SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berharap, adanya PT Pupuk Kujang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi stimulant perkembangan ekonomi. Sehingga multiplier effect dari pabrik pupuk tersebut bisa dirasakan oleh warga sekitar.
“Dengan harga yang disepakati berarti negara telah mengurangi keuntungan demi pabrik pupuk agar bisa tersalurkan gasnya di Bojonegoro,” ungkap Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Skk Migas Elan Biantoro, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (12/2/2016).
Saat ini, PT Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC) dan Exxonmobil Cepu Limited (EMCL) telah menyepakati harga gas dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru (J-TB) sebesar US$ 7 per juta british thermal unit per hari (MMBTUD).
“Kesepakatan harga salah satu kontribusi SKK Migas untuk mendukung pasokan gas domestik,” ujarnya.
Capaian saat ini adalah meningkatkan kontribusi hulu migas pada pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya Lapangan J-TB yang mensuplai gas ke pabrik pupuk.(Rien)