SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Program Aksi Sehat yang dilaksanakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) IDFoS bersama operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) kali ini menyasar sektor pendidikan.
Seperti gerakkan Kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diikuti oleh 40 siswa TK dan SD Puspitasari di Dusun Tenggor, Desa Sudu, dan 36 siswa di TK Kartini, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, pada Kamis (4/2/2016).
Dalam kampanye ini, materi PHBS disampaikan menggunakan objek visual berupa gambar dan film pendek untuk lebih menarik perhatian siswa. Hasilnya, tidak sedikit dari siswa yang sudah bisa menirukan materi PHBS, salah satunya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
“Poin terpenting adalah siswa TK bisa menularkan aktifitas PHBS di lingkungan keluarganya,†ujar Indah Tri Wahyuni, Pendamping Masyarakat di Desa Sudu.Â
Pendamping Masyarakat di Desa Ngraho, Rika Wulandari menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini karena gerakkan ini juga mendapat apresisasi positif dari orang tua siswa.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan kaderisasi anak-anak dalam rangka kampanye PHBS di SDN Sudu I. Ada 22 siswa kelas VI yang menjadi sasaran kampanye yang juga menitikberatkan pada kegiatan pilah sampah ini.Â
Kepala SDN Sudu I, Mukmin, S.Pd, menyambut baik kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian Program Aksi Sehat ini. “Ini sangat bermanfaat, khususnya meningkatkan kesadaran para siswa dalam hal kebersihan sekolah,†jelas Mukmin.
Selain itu, nonton bersama film PHBS juga menjadi agenda utama kampanye di SD. Sedikit berbeda dengan siswa TK, untuk siswa SD mendapat materi Pre Test & Post Test.
Menurut Fasilitator Kesehatan Masyarakat, Saiis Sulitoh, hal tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kepahaman siswa SD tentang materi PHBS yang diberikan.Â
“Kami juga menggunakan alat deteksi kuman untuk lebih meyakinkan siswa agar selalu ingat pentingnya cuci tangan menggunakan sabun,†pungkasnya.(rien)Â