SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, akan melakukan inventarisir secara detail program apa saja yang ada di masyarakat saat ini untuk lebih dioptimalkan lagi. Terlebih, jika puncak produksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sudah terlaksana pada pertengahan Tahun 2016 ini.
“Dengan adanya puncak produksi Blok Cepu, tentu pendapatan Bojonegoro akan meningkat,â€ujar Wakil Ketua DPRD, Sukur Priyanto, kepada Suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Ketika puncak Blok Cepu sebesar 165 ribu Barel/hari terpenuhi, sudah tentu semua pendapatan yang masuk harus dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat.
“Semua itu, harus menunjang demi meningkatnya sumberdaya manusia (SDM), dan pertumbuhan ekonomi secara merata,†imbuhnya.
Secara umum, Sukur mengakui, keberadaan industrialisasi migas, tidak hanya di Blok Cepu membuat peningkatan kesejahteraan masyarakat . Akan tetapi, jika melihat kondisi sekarang ini kesejahteraan masyarakat di Bojonegoro belum sepenuhnya merata.
Hanya kelompok tertentu saja yang bisa menikmati keberadaan industri migas. Dia mengistilahkan, yang kaya semakin kaya dan si miskin masih sama saja.
“Kita lihat, saat ini kesenjangan sosial yang terjadi antara wilayah kota dan desa sangat mencolok. Baik itu melalui pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan SDM nya,†tegas politisi asal Partai Demokrat ini.(Rien)