SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan pada saat pelaksanaan proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku mulai cemas. Sebab, penghasilannya turun drastis. Hal itu, akibat berkurangnya tenaga kerja (Naker) menjelang rampunya proyek Engineering, Procuremen, and Construktion (EPC) Banyuurip.
Salah satu pedagang kecil asal Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Parti, mengungkapkan, omset dagangan miliknya menurun drastis. Dia mengaku jika pas ramai omset per harinya mampu mencapai Rp.2,5 juta, dan kini hanya dikisaran Rp.300 hingga Rp.500.‎
“Kalau sekarang sehari paling banyak Rp.500 ribu,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (15/2/2016).
Ibu dua anak ini menuturkan, penurunan omsetnya akibat penutupan pagar proyek lantaran pengerjaan sudah hampir rampung dan berkurangnua jumlah naker yang terlibat dalam proyek. Parti mengaku tetap berjualan meski terbilang sepi. ‎
“Kalau tidak jualan tidak ada penghasilan,” ucapnya.
Parti mengungkapkan, sudah berencana menutup warungnya jika kepastian proyek unitisasi Lapangan Jambaran- Tiung Biru (J-TB) dimulai. Dia siap membuka kembali warungnya untuk menyasar para pekerja proyek yang terlibat di J-TB.
“Rencana pindah ke J-TB kalau sudah mulai. Sekarang infonya belum ada pengerjaan apa – apa,” tuturnya. (Roz).