SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pelajar di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dinilai sebagai sasaran Narkoba dan Radikalisme. Sehingga perlu ada pencegahan dan langkah segera dalam penanggulangan permasalahan tersebut.
Kasi Idieologi dan Wasbang, Kantor Kesantuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora, Hadi Praseno, mengatakan, sekarang ini fenomena di media adalah narkoba dan radikalisme.
“Utamanya bagi pemuda dan pelajar,” katanya, Rabu (17/2/2016), saat berada di acara seminar Kebangsaan di Cepu yang diikuti oleh pelajar se-eks Kawedanan Cepu.
Menurutnya, pelajar sebagai penerus bangsa harus dibekali untuk menanggulangi kedua permasalahan tersebut agar bisa terhindar.
“Ini adalah bagian dari penanggulangan. Karena dalam seminar diberi pengetahuan segala hal tentang Narkoba dan wawasan kebangsaan dan bela negara,” jelasnya.
Dia menambahkan, bentuk bela negara bagi pelajar adalah mentaati aturan, meghormari guru, serta belajar tekun. “Kami berharap, usai mengikuti seminar ini, pelajar bisa mengaktualisasikan,” jelasnya.
Sementara itu, Iptu Tejo Utomo, KBO Satnarkoba Polres Blora, saat memberikan materi tentang berbagai hal terkait Narkoba. Satu diantaranya adalah kategori pengguna Narkotika.
“Penyalahguna, pecandu dan korban penyalahguna,” kata dia.
Penyalahguna, menurut dia, adalah orang yang menggunkaan narkotika tanpa hak atau melawan hukum. “Salah satunya untuk memberikan semangat pengguna,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, bisa dilakukan rehabilitasi. Baik secara medis maupun secara sosial. Pecandu, lanjut dia, adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dalam keadaan ketergantungan pada narkotika baik fisik mapupun psikis.
“Sedangkan korban penyalahguna adalah seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa dan atau diancam untuk menggunakan narkotika,” ujarnya.
Sekadar diketahui, seminar tersebut mengusung tema “Aktualisasi Generasi Muda dalam usaha bela negara sebagai wujud nasionalisme dan ketahanan negeri”. (Ams)