SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
 Bojonegoro – Sejumlah perusahaan pemenang tender proyek maintenance Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dinilai kurang melakukan sosialisasi ke Pemerintah Desa (Pemdes) sekitar Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Belum pernah saya temui di kantor desa atau pun komunikasi dengan Pemdes,” kata Kepala Urusan Umum Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Suparno kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (18/2/2016).
Dia memperkirakan pengerjaan proyek maintenance sudah dimulai sejak tahun 2014 lalu. Namun sampai saat ini, soal bagaimana keberlanjutannya dia mengaku tidak tahu menahu. Menurutnya, sosialisasi ke masyarakat dirasa penting karena menyangkut hubungan baik antara perusahaan, masyarakat, dan Pemdes sekitar proyek.
“Masalah apapun belum pernah ada sosialisasi ke masyarakat,” tambahnya.
Dia menilai pendekatan yang dilakukan perusahaan maintenance ini berbeda dengan perusahaan yang terlibat ketika awal dimulainya proyek Engineering Procuremen, and Construktion (EPC) Banyuurip beberapa tahun lalu.
Meski demikian, beberapa waktu lalu, Suparno menuturkan sempat dilakukan pertemuan antara Pemdes sekitar proyek Lapangan Banyuurip dengan perusahaan maintenance. Pertemuan dilakukan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk membahas prosentase keterlibatan lokal. Pada saat itu, ‎warga lokal minta porsi 60 perusahaan maintenance dan 40 warga lokal.
“Kemudian ditawar menjadi ‎perjanjian 30 – 70 dan sudah disepakati. Bahkan sudah perjanjian. Namun sampai sekarang tindaklanjutnya tidak jelas,”‎ ucapnya.
Seperti diketahui, perusahaan maincont yang memenangkan tender maintenance adalah PT.Depriwangga, PT.Indocater, PT.SBP, PT.Spektra, PT.SNP, PT.PAN, dan PT.DASP. ‎(Roz).