SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Wakil Ketua Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Khoirul Huda, menyebutkan Gerhana Matahari Total (GMT) di Indonesia bakal terjadi tanggal 9 Maret 2016, bertepatan dengan 29 Jumadil Ula 1437 Hijriyah.
Hal tersebut sesuai dengan hasil hisab dari Lembaga Falakiyah, Pengurus Besar Nadhotul Ulama (PBNU) pusat di Jakarta tanggal 9 Pebaruari 2016 lalu.
“Tuban hanya terlihat gerhana matahari sebagian,” kata Khoirul Huda, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Sabtu (20/02/2016).
Pihaknya menekankan semua masyarakat Tuban, supaya memanfaatkan momentum langka tersebut untuk bersyukur. Selain itu, melakukan kegiatan pengamatan, sholat gerhana, dzikir, kegiatan sosial, dan kegiatan kefalakiyahan lainnnya.
Terkait waktu GMT hanya terjadi dalam fase tertentu, sesuai dengan waktu Indonesia bagian barat.
Rinciannya, terjadinya awal gerhana matahari sebagian pukul 06:20 WIB, awal GMT pukul 07:22 WIB, pertengahan GMT pukul 07:23 WIB, akhir GMT pukul 07:24 WIB, dan akhir gerhana matahari sebagian terjadi pukul 08:34 WIB.
“Daerah lain terjadinya disesuaikan dengan waktu setempat,” imbuhnya.
Diketahui, GMT tersebut bakal melewati wilayah indonesia antara lain, Palembang, Bangka Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Halmahera.
“Lainnya terjadi gerhana matahari sebagian,” tambahnya.
Selain itu, dalam mengamati GMT nantinya, masyarakat diminta tidak melihat langsung fenomena tersebut. Penyebabnya akan berdampak terhadap kesehatan mata, sehingga harus mengunakan kacamata khusus.(Aim)