SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Elemen masyarakat disekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan, telah bersatu untuk dapat dilibatkan dalam proyek pembongkaran Early Production Facility (EPF) atau Gas Oil Separation Plan (GOSP) yang dimenangkan oleh PT. Sarana Indo Persada (SIP).
“Kami telah bersatu maju bersama,” kata Sekretaris Asosiasi Kontraktor Banyu Urip Blok Bojonegoro (AKBUBB), Suparmo kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (23/2/2016).
Pria yang juga tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam ini menuturkan, AKBUBB juga akan melakukan koordinasi dengan FKKL-B, dan Forum Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gayam agar dapat dilibatkan dalam proyek EPF, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
“Kita bersama FKKL-B maupun Paguyuban Kades duduk bersama agar dilibatkan,” ujarnya.
Senada diungkapkan Ketua FKKL-B, Pudjiono. Dia menuturkan, FKKL-B dengan AKBUBB bertekad akan bersatu untuk dapat dilibatkan dalam proyek pembongkaran EPF.
“Kami bersatu agar kontraktor lokal semaksimal mungkin dilibatkan,” tandasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Soehadi Moeljono, mengungkapkan, proyek pembongkaran EPF tak ubahnya proyek yang tersisa setelah pengerjaan konstruksi fasilitas permanen Lapangan Banyuurip hampir selesai.
Dia mengapresiasi sikap PT. SIP yang telah berkomitmen untuk melibatkan kontraktor lokal.‎
“Proyek ini hanya satu, jadi harus dibagi bersama. Beda dengan dulu yang masih banyak proyek. Beban PT. SIP tentunya cukup berat,” kata Soehadi. (Roz)