Aktifitas Pad B Sukowati Dihentikan Warga

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) untuk memberi jawaban atas pengajuan program sebagai kompensasi atas peristiwa kebocoran gas di Pad A beberapa waktu lalu.

“Pemerintah desa sudah mengajukan proposal untuk program bagi warga Ngampel yang menjadi korban keracunan gas di Pad A, tapi belum ada tanggapan,” ujar tokoh masyarakat setempat, Pamuji kepada suarabanyuurip.com, Kamis (25/2/2016).

Selain itu, masyarakat juga meminta JOB P-PEJ segera memperbaiki jalan yang rusak akibat pemasangan pipa dari Pad A di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro ke Pad B di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas. Karena hampir sepekan pekerjaan selesai tidak ada tindak lanjut dari pelaksana proyek.

“Jalannya rusak, kita ingin di aspal lagi seperti semula,apalagi musim hujan begini bahaya bagi pengendara. Licin,” tukasnya.

Sebelum ada jawaban dari JOB P-PEJ terkait dua hal itu, masyarakat dengan tegas menolak semua kegiatan di Pad B. Semua alat berat yang akan masuk untuk walk over tidak diperbolehkan lewat.

Baca Juga :   Tuntut Pelibatan Kontraktor Lokal, Masyarakat Ring 1 Blok Cepu Akan Gelar Demo

“Kita hadang Mbak, stop semua kegiatan kalau belum ada tanggung jawab dari JOB P-PEJ,” pungkasnya.

Sementara itu, Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Akbar Pradima belum memberi tanggapan terkait ini. Saat dihubungi melalui telephone maupun melalui short message service (SMS) tidak ada balasan.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *