SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Sedikitnya 500 orang dari paguyuban becak dan asongan parkiran wisata Sunan Bonang, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat mengembalikan fungsi lahan parkir tersebut.
Desakan ini akibat dibukanya lahan parkir di kawasan Pantai Boom Tuban yang berimbas pada menurunnya pendapatan angota paguyuban sejak lima tahun terakhir.
“Aturannya harus dipertegas secepatnya,†kata Ketua paguyuban becak Tuban, Purnomo kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, Kamis (25/02/2016).
Padahal regulasi daerah telah melarang adanya bus pariwisata yang parkir di pantai Boom. Tetapi praktiknya petugas dari pemerintah kabupaten (Pemkab) masih memberikan toleransi.
“Lalu apa fungsi papan larangan yang dipasang tersebut,†tandasnya.
Menyikapi ketidakadilan regulasi parkir, kedua paguyuban nekat melakukan aksi long march dari Jalan AKBP Suroko Tuban, Basuki Rahmat, Kalijaga, sampai Jalan Teuku Umar Tuban.
“Kami ingin semua masyarakat mengetahui kegelisahan paguyuban,†tambahnya.
Aksi yang berlangsung damai mengarah kedua titik, pertama Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), kemudian berlanjut ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Dalam pertemuan bersama Dishub yang dimediasi oleh Polres, terjadi tarik ulur kesepakatan. Pihak paguyuban menilai petugas dari Dishub tidak tegas menindak bus yang masuk di Pantai Boom.
Sikap tersebut jelas merugikan paguyuban, dimana beberapa waktu lalu Bupati Tuban Fathul Huda, mendukung difungsikannya lahan parkir wisata Sunan Bonang.
Ketidaktegasan regulasi parkir juga berimbas terhadap minimnya pendapatan paguyuban. Apalagi dalam sepekan ini tidak ada satupun bus pariwisata yang singgah di parkiran yang disiapkan oleh Pemda Tuban.
“Apabila praktik ini tidak selesai akan ada aksi lebih besar lagi,†ancamnya.
Sementara, Kepala Dishub Tuban, Faraith, meminta kedua paguyuban untuk sabar dan memberikan toleransi terhadap pedagang yang beroperasi di Pantai Boom. Jangan sampai ego personal digulirkan melalui paguyuban.
“Kalian sama-sama mencari nafkah,†sambungnya.
Pihaknya hanya dapat memfasilitasi keinginan paguyuban tersebut. Bagaimana baiknya silahkan dibuat kesepakatan yang logis, dan tidak merugikan siapapun.
“Asalkan tidak ada yang dirugikan kami mendukung,†pungkasnya.(aim)