SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Husain, hari ini melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) tambang karst, di Dusun Tlogopule, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban.
Sidak tersebut upaya tindaklanjut atas laporan dari Musayawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat, akibat ambruknya tambang tradisional beberapa waktu lalu.
“Pemda kecewa dengan cara menambang karst,†kata Noor Nahar Husain, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di lokasi tambang, Jumat (26/02/2016).
Pihaknya heran atas kerusakan tambang karst Tlogopule. Bagaimana pengawasan dari Pemerintah Desa (Pemdes), maupun Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertambangan selama ini.
Padahal tambang rakyat idealnya harus dikelola sesuai prosedural, sehingga dapat diekploitasi dalam jangka panjang.
Menyikapi kondisi demikian, Pemda meminta penambang berpikir logis, atas keselamatannya dan lingkungan sekitar. Karst sebagai Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak terbarui, harus dikelola sesuai kebutuhan.
“Ambruknya tambang karst membuktikan ada kesalahan pengelolaannya,†ungkapnya.
Dalam waktu dekat penambang dilarang beraktifitas di sekitar lokasi. Mengingat hampir sebagian atap tambang telah retak, dan berpotensi ambruk ketika hujan lebat.
Sementara untuk menyambung hidup, penambang disilahkan kembali bercocok tanam. Apabila tidak memiliki lahan pertanian, lebih baik mencari pekerjaan yang lebih mengutamakan keselamatan.
“Apalagi penambang tidak memakai alat pengaman apapun,†tambahnya.
Selain itu, menindaklanjuti hasil Sidak kali ini, Pemdes diminta mengumpulkan seluruh penambang, dan pemilik lahannya. Dalam waktu dekat Pemda bakal mengintruksikan Dinas Pertambangan dan ESDM, dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tuban.
“Kami akan beri pengarahan cara menambang yang benar dan aman,†tandasnya.
Diketahui, tambang Tlogopule memiliki luas 3 hektar. Berbatasan langsung dengan pemukiman warga, dan sekolah dasar. Pantauan di lokasi sisi selatan, dan timur telah retak 3 cm memanjang mengelilingi tambang.
Beberapa waktu lalu tambang karst setempat ambruk dua kali, insiden pertama hari Rabu (17/02), dan kedua hari Selasa (23/02). Saat ini pasca ambruknya tambang hampir separuh penambang menganggur. (Aim)