Warga Minta Pos Sweeper Diaktifkan

SuaraBanyuurip.com - D. Suko Nugroho

Bojonegoro – Munculnya bau tak sedap menyerupai telur busuk yang ditengarai dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, beberapa hari terakhir ini mengundang reaksi warga di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka berharap operator, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) kembali mengaktifkan sweeper (petugas pemantau gas H2S) di beberapa titik sekitar lokasi pengeboran.

“Kalau saja mereka masih aktif tentu bisa mengurangi kepanikan warga saat bau busuk keluar. Karena para petugas itu bisa membantu memberitahu warga,” kata Warga Desa Mojodelik, Sandoyo kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (27/2/2016) malam.

Mantan Kepala Desa Mojodelik itu mengungkapkan, munculnya bau busuk kemarin itu telah membuat keresahan di masyarakat. Warga panik dan tidak bisa tidur nyenyak karena takut jika sewaktu-waktu bau itu muncul kembali.

“Semisal keracunan mutah-mutah, mual, pusing dan bahkan bisa merenggut nyawa jika tidak mendapatkan pertolongan secara cepat,” ungkapnya.

Senada disampaikan Mahmudi, warga Desa Gayam. Dia meminta operator bertanggungjawab atas muculnya bau busuk untuk mengantisipasi terjadinya gejolak sosial masyarakat.

Baca Juga :   2024, Investasi Hilir Migas Diproyeksikan Capai US$10,77 miliar

“Minimal menghidupkan kembali pos pantau H2S seperti dulu. Disiagakan ambulance keliling untuk mengecek dan mengobati warga,” sarannya.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu bau busuk juga tercium oleh warga Temlokorejo, Desa Gayam. Namun informasi beredar yang datang bukan ambulance lengkap dengan tim medisnya, tetapi justru Security dan Pam Ovit.

“Jangan seperti itulah. Karena malah terkesan menakuti warga saja,” pungkas pria yang juga tokoh masyarakat Desa Gayam ini. (Suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *