Usulkan Korban PHK Proyek EPC Diutamakan

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro –  Korban pemutusan hubungan kerja (PH) proyek engineering, procurement and constructions (EPC) Banyuurip, Blok Cepu, diusulkan mendapat prioritas pekerjaan di proyek pembongkaran Early Production Facility (EPF) atau Gas Oil Separation Plant (GOSP) yang terletak di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pelaksanaan proyek pembongaran EPF yang dilkasanakan PT Sarana Indo Persada (SIP) itu akan dimulai pada bulan Maret hingga April mendatang.

“Saya kira itu langkah yang bagus, karena surplus tenaga kerja dari proyek dari EPC mengakibatkan pengangguran,”ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Ringin Tunggal, Kecamatan Gayam, Erik Gunawan‎ kepada suarabanyuurip.com Senin (29/2/2016).

‎Menurut dia, adanya proyek pembongkaran EPF merupakan harapan baru karena dapat kembali membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Namun demikian, dia berharap yang mendapat prioritas utama dari ketiga desa yang berdekatan dengan lokasi EPF. Yakni Gayam, Ringintunggal, dan Begadon, Kecamatan Gayam.

“‎Sebaiknya dibagi yang adil. Dan adil tidak harus sama,” tandasnya.

Baca Juga :   Masyarakat Ngampel Ngotot Appraisal TKD Jalur Pipa Minyak Blok Cepu Dihitung Ulang

Sebagaimana diketahui, saat ini sejumlah elemen masyarakat lokal yang tergabung dalam Forum‎ Komunikasi Kontraktor Lokal Bersatu (FKKL-B), Asosiasi Kontraktor Banyu Urip Blok Bojonegoro (AKBUB), dan Paguyuban Kepala Desa se Kecamatan Gayam sedang melakukan pembahasan terkait pelibatan Konten lokal. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *