SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menemukan kandungan gas Hydrogen Sulfide (H2S) di wilayah sekitar Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Gas itu ditemukan BLH saat melakukan identifikasi di Desa Mojodelik dan Gayam, Kecamatan Gayam, Selasa (1/3/2016) kemarin.
Pengecekan ini dilakukan BLH setelah lapangan minyak yang dikendalikan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengeluarkan bau menyengat menyerupai telur busuk yang ditengarai dari aktifitas pemrosesan minyak mentah, Kamis (25/2/2016) lalu.
“Waktu kami menggunakan alat deteksi bau, menunjukkan gas H2S sebesar 1-2 ppm,” ujar Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengawasan dan Kerusakan Lingkungan BLH Bojonegoro, Suliana, Rabu (2/3/2016).
Atas penemuan itu BLH meminta kepada EMCL untuk memberikan laporan apa saja gas yang terkandung pada saat kegiatan berlangsung.
“Meski terdapat gas H2S tersebut, kami belum bisa memastikan apakah berbahaya atau tidak,” ujarnya.
Suliana mengatakan, bau yang menyerang warga di ring 1 waktu lalu berasal dari kegiatan komisioning yang dilakukan oleh EMCL sampai bulan Juni 2016 mendatang.
“Warga yang terkena bau kemarin mengeluh pusing, mual dan muntah,”pungkasnya.
Sementara itu, Humas dan Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya masih berusaha dikonfirmasi mengenai hal ini. Namun Rexy sempat memberikan pernyataan menanggapi munculnya bau tersebut, jika operasi Lapangan Banyuurip berjalan normal dan senantiasa menjaga keselamatan lingkungan dan pekerja.(rien)