Eksekutif Diminta Evaluasi Izin Tambang

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendesak pihak eksekutif segera mengevaluasi izin tambang di wilayahnya. Penyebabnya maraknya praktik pertambangan di Bumi Ronggolawe (sebutan Tuban), disinyalir menjadi salah satu pemicu banjir tahun ini.

“Semua izin tambang harus dievaluasi kalau perlu di kaji ulang,” kata Anggota Komisi B DPRD Tuban, Cancoko, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di gedung DPRD Tuban, Kamis (3/3/2016).

Tidak ada salahnya izin tersebut diteliti kembali, dan idealnya dilakukan setiap tahun sekali. Sehingga Pemda intens memantau perkembangan tambang, baik industri skala kecil, menengah, maupun besar.

“Apalagi tambang karst ilegal juga masih marak,” tuturnya.

Pihaknya mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, berkomitmen tidak mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kembali. Keputusan tersebut berlaku sejak awal 2016.

Diketahui, hanya dalam waktu dua bulan, Tuban mengalami kerugian sekira Rp 21.768.000.000. Jumlah kerugian tersebut akibat dari bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, dan puting beliung.

“Kerugian banjir yang paling besar mencapai Rp 20 miliar,” tambahnya.

Baca Juga :   Lapas Bojonegoro Siapkan TPS Khusus di Pilkada 2024

Besaran tersebut membuktikan daerah hulu, sudah tidak seimbang menyerap air hujan. Buktinya ketika hujan datang langsung mengalir ke daerah hilir. Tercatat dalam dalam dua bulan terakhir saja, sedikitnya 1.979 hektar lahan terendam air. Terhitung dari 21 desa di Kecamatan Rengel, Plumpang, Merakurak, dan Kecamatan Palang, Tuban.

Idealnya soal penanganan bencana semua pihak harus ikut memberikan solusi. Bukan tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) saja. Melainkan tugas bersama mencegah supaya banjir tidak mengepung Tuban.

“Selain izin tambang, terpenting program pembangunan dalam kota,” ungkapnya.

Pihaknya menekankan pembangunan dalam kota harus sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penyebabnya sampai saat ini masih banyak pembangunan kota kurang optimal, dan kerap memicu genangan air ketika hujan turun. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *