SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Andi Arman Sulaiman, dipastikan mengunjungi dua lokasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2016) besuk. Kepastian tersebut mengacu jadwal monitoring, dan keseriusan tim protokoler Jatim melakukan survey lokasi awal.
“Besuk Mentan pasti ke Tuban,” kata Kabag Humas dan Media Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Teguh Setyabudi, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui selulernya, Jumat (4/3/2016).
Dua lokasi tujuan Mentan yakni, Desa Simo, Kecamatan Widang, dan Desa Banyubang, Kecamatan Grabagan, Tuban. Dimana kunjungan di Kecamatan Widang dijadwalkan survey lokasi banjir luapan Sungai Bengawan Solo, sedangkan di Kecamatan Grabagan dijadwalkan memanen jagung.
“Lokasi mana yang dituju menyesuaikan keinginan Mentan,” imbuhnya.
Sebelumnya kunjungan Mentan dijadwalkan pada Sabtu (30/2/2016) gagal. Akibat suatu halangan akhirnya kunjungannya ditunda sampai besok. Saat ini tim Protokoler Humas Pemkab Tuban masih mensurvey lokasi bersama Protokoler Jatim.
“Kita pastikan lokasinya aman dan steril dari gangguan,” tambahnya.
Sesuai jadwal dari protokoler jatim, Mentan bakal mengunjungi tiga daerah, meliputi, Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Jadwal pertama rombongan Mentan RI bertolak dari Kabupaten Lamongan, sekira Pukul 10:00 WIB, dan langsung meninjau beberapa lokasi di Bojonegoro, tinjauan penanganan banjir di Desa Karangdayu, dan Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, sekira pukul 10:30 WIB.
Kunjungan kedua melakukan panen raya padi di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor sekira pukul 11:30 WIB. Beralih melakukan panen padi di Desa Duyungan, Kecamatan Sokosewu, Bojonegoro.
Kunjungan Mentan kali ini diproyeksikan sebagai upaya peningkatan sektor pangan daerah. Dimana beberapa lokasi serupa Tuban masih dipercaya sebagai penyangga pangan Nasional.
Tercatat Tuban menjadi salah satu Kabupaten penghasil jagung terbesar di Jawa Timur. Total produksinya mencapai 506.000 ribu ton jagung pipilan kering, dari luas panen 96.000 ribu hektar di tahun 2015.
“Pertumbuhan produksi jagung 3 hingga 4 persen tiap tahunnya,” pungkasnya.(aim)