SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menghimbau kepada masyarakat di wilayahnya untuk menggunakan kacamata ketika melihat gerhana matahari yang diprediski terjadi pada Rabu (9/3/2016) mendatang.
Penyebabnya pantulan cahaya matahari dapat menimbulkan radiasi terhadap indra penglihatan.
“Usahakan tidak melihat dengan mata telanjang,” pesan Sekretaris BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui selulernya, Senin (7/3/2016).
Diketahui, fenomena gerhana matahari yang akan terjadi Rabu (9/3/2016), dimulai sekira pukul 06:21 WIB, dan diakhiri pukul 08:39 WIB. Jadwal tersebut hanya berlaku di Provinsi Jawa Timur.
“Sedangkan di provinsi lainnya waktunya berbeda lagi,” imbuhnya.
Sedangkan sesuai penghitungan Lembaga Falakhiyah Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) pusat, menyebutkan, terjadinya awal gerhana matahari sebagian pukul 06:20 WIB, awal GMT pukul 07:22 WIB, pertengahan GMT pukul 07:23 WIB, akhir GMT pukul 07:24 WIB, dan akhir gerhana matahari sebagian terjadi pukul 08:34 WIB.
GMT tersebut bakal melewati wilayah indonesia antara lain, Palembang, Bangka Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Halmahera.
“Khusus Tuban hanya terjadi gerhana matahari sebagian,†tambahnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Saiful Hadi, membenarkan, masyarakat dihimbau tidak melihat gerhana secara langsung. Penyebabnya tinjauan medis menyebutkan, radiasi sinar matahari apabila terkena langsung oleh mata, berakibat rusaknya sistem kerja sel pada indra penglihatan.
“Bahkan lebih parah sampai menimbulkan kebutaaan,” sambungnya.
Pihaknya menganjurkan apabila masyarakat hendak melihat langsung, upayakan menggunakan alat bantu teropong atau kaca mata khusus, maupun melihat melalui pantulan air.(aim)