SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Samini, salah satu korban selamat kecelakaan maut di Jalur Bojonegoro – Padangan, tepatnya jalan turut Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (6/3/2016), menyatakan dirinya bersama rombongan akan pulang menuju Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah setelah menghadiri hajatan dari ‎Kabupaten Gresik.
“Tadi perjalanan mau pulang dari Gresik,” ujarnya sesaat setelah kejadian.
Namun naas, ketika mobil Elf yang ditumpanginya memasuki Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, tiba-tiba oleng dan menghantam sebuah mobil Honda Mobilio nomor polisi  S 1121 XY dari arah barat yang melaju dengan kecepatan kencang.
“Tiba – tiba mobil oleng dan terjadi kecelakaan,” katanya.
‎Pengemudi Mobil Honda Mobilio, Teguh Catur Arip Wibowo mengaku jika dia berusaha menghindari laju mobil Elf nomor polisi  K 1038 HN yang dikemudikan oleh Toha Mahsum, dari arah berlawanan.
“Kemudian mobilnya oleng. Kecepatan mobil saya pada saat itu 80 km,” kata dia saat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian sesaat setelah kejadian, Minggu (5/3/2016).
‎Kanit Laka Lantas Polres Bojonegoro, Iptu Sarwono, menduga kecelakaan diduga karena fakto‎r jalan yang licin. Kendati demikian, pihaknya mengaku masih melakukan identifikasi dan mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi di jalur Bojonegoro – Padangan sekira jam 18.00 WIB. Data sementara korban dinyatakan meninggal dunia sebanyak 6 orang dari 16 orang yang ikut dalam rombongan mobil elf. Â Sedangkan 7 orang penumpang mobil Honda Mobilio dinyatakan luka – luka. Saat ini petugas masih mendata jumlah korban yang sudah dievakuasi di rumah sakit Bojonegoro.(roz)