Ketua RPS: Wartawan Jangan Takut Dikritik

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban– Ketua Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) Tuban, Jawa Timur, Khoirul Huda, meminta wartawan di wilayahnya tidak takut untuk dikritik. Hal itu harus dijadikan evaluasi untuk memperbaiki karya jurnalistik, maupun sikap sesuai kode etik jurnalistik/wartawan.

“Di era globalisasi saat ini pers harus terbuka menerima saran termasuk dari kepolisian,” ujar Khoirul Huda, dalam acara tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) di Mapolres Tuban, Rabu (15/2/2017).

Koordinator Aliansi Jurnalistik  Indonesia (AJI) Cabang Tuban ini meminta setiap wartawan yang terdaftar di media resmi selalu meningkatkan kapasitasnya. Jangan pernah malu atau geram ketika mendapatkan kritik dari nara sumber.

“Wartawan juga manusia dan butuh masukan untuk intropeksi,” imbuh pria yang juga menulis di media Harian Bhirawa.

Diakuinya, kapasitas wartawan di Tuban sudah jarang melakukan investigasi. Justru lebih kuat pada berita straight news. Hal ini yang disayangkannya, sebab berita yang disajikan juga harus menjadi solusi atas problem yang ada.

Minimal memberikan dukungan terhadap progran institusi kepolisian, dan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Lebih dari itu, memberikan hal baru bagi publik supaya menjadi pemicu kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Pengembangan KLA di Jatim Masih Minim

Diharapkan pula, ikatan emosional dan kerja sama antara jurnalis dan Polres Tuban terus berlanjut. Mengingat empat tahun terakhir menjalin hubungan harmonis bukan perkara mudah.

Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad membenarkan bahwa keberadaan media serupa kaca. Fungsinya menjadi cermin atau masukan bagi orang lain, khususnya institusi kepolisian.

“Sebaliknya kepolisian bersama media bersinergi melawan berita Hoax,” sambungnya.

Pria kelahiran Makassar ini memberikan trik mengetahui berita hoax atau tidak. Pertama lihat dahulu isi beritanya, apakah berimbang atau hanya sepihak. Kedua silahkan kroscek ke media lain yang kredibel, apabila tidak ada berarti Hoax.

“Apabila berita itu meresahkan lebih baik abaikan dan jangan share di Medsos,” pesannya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Tuban, Pipit Wibawanto juga membenarkan bahwa sinergi antara Polres dan media harus berjalan erat. Jangan sampai ada kesalahpahaman yang menimbulkan informasi menjadi bias.

“Adanya syukuran HPN kali ini semoga menjadi awal baik meningkatkan mutu jurnalis Tuban,” pungkas pria yang juga menjadi drummer Big Name Band itu. (aim)

Baca Juga :   Lebaran, Laka Lantas Capai 29 Kasus

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *