SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
 Lamongan – Pembicaraan via telepon antara Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI , Basuki Hadimuljono berlangsung tidak lebih dari dua menit. Namun komunikasi keduanya sudah lebih dari cukup untuk menuntaskan banjir tahunan di Sungai Semarmendem yang melintasi wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan, Jawa Timur.
Andi Amran Sulaiman menelepon Basuki Hadimuljono di atas Jembatan Kalisari, perbatasan Lamongan dan Bojonegoro, Minggu (6/3/2016) kemarin sore usai menerima laporan dari petani Kecamatan Modo dan Kedungpring, Lamongan. Dari para petani dan Bupati Lamongan Fadeli, Menteri Pertanian mengetahui lahan padi di dua kecamatan tersebut menjadi langganan banjir tiap tahun akibat luapan Sungai Semarmendem.
“Ini Pak, ini ada yang kecil (kebutuhan anggarannya) tapi dampaknya besar, banjir pertanian 2.000 hektar di Lamongan, perbatasan Bojonegoro. Biayanya ternyata kecil, cuma Rp 10 miliar. Itu bisa nggak bergerak tahun ini Pak, “ kata Amran kepada Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono melalui telepon yang di loud speaker.
Menerima komunikasi dari koleganya itu, Basuki Hadimuljono menyatakan bisa diselesaikan. “Bisa itu, Pak. Disampaikan saja kepada anak buah saya yang ikut dalam kunjungan, nanti biar diselesaikan,“ kata Basuki Hadimuljono di ujung telepon.
Ketika musim hujan seperti ini, posisi muara Sungai Semarmendem yang berada di perbatasan Lamongan dengan Bojonegoro memang lebih rendah dari muka Sungai Bengawan Solo. Sehingga air yang seharusnya mengalir ke Bengawan Solo tidak bisa keluar dan justru menggenangi sekitar 2.000 hektar lahan pertanian di wilayah Lamongan dan Bojonegoro.
Amran dalam teleponya kepada Menteri PUPR RI itu meminta dilakukan normalisai di pintu muara Sungai Semarmendem, termasuk normalisasi anak sungai yang berada di wilayah Kecamatan Modo, Lamongan.
“Swasembada pangan tidak bisa diselesaikan dengan diskusi di Jakarta. Pemerintah harus hadir untuk masalah yang dialami warganya, “ kata Amran saat bersama Bupati Lamongan Fadeli dan Wakil Bupati Kartika Hidayati.
“Tadi saya sudah menghubungi Pak Menteri PU, Sahabat Saya. Insya Allah tahun ini selesai (normalisasi Sungai Semar Mendem), “ imbuh Amran.
Sebelumnya, saat di pinggir persawahan Desa Mojodadi Kecamatan Modo yang seluruhya sudah terendam banjir, Amran telah memerintahkan stafnya untuk mengirimkan bantuan.
Untuk 400 hektar lahan yang puso akibat banjir, dia perintahkan agar segera dikirim benih gratis. Selain itu dia juga akan menambah alat dan mesin pertanian (Alsintan) combine harvester dan mesintransplanter di luar bantuan regular untuk wilayah Lamongan.
“Tadi Pak Bupati minta bantuan pengerukan waduk. Nanti tolong dikirimkan bantuan mesin excavator yang besar ke Lamongan. Daripada sewa-sewa mahal. Pak Direktur, dahulukan yang sini ya (Lamongan), “ perintahnya kepada Direktur Pembiayaan Pertanian pada Direktorat Jenderal Prasarana dan Prasaranan Pertanian Kementerian Pertanian RI, Mulyadi Hendiawan.(tok)