SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Penduduk berkategori miskin ekstrem di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyebar di sejumlah desa. Dari pendataan terbaru, penanganan kemiskinan eksterm difokuskan pada 25 desa di lima kecamatan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Anwar Mukhtadlo mengatakan, penduduk berkategori miskin ekstrem di wilayah Bojonegoro tidak hanya tersebar di 25 desa. Namun, penanganannya difokuskan di 25 desa tersebar di lima lokasi kecamatan yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
“Lima kecamatan itu di antaranya Kedungadem, Ngraho, Margomulyo, Sekar, dan Tambakrejo. Jadi satu kecamatan ada 5 desa yang telah ditentukan,” katanya, Senin (25/10/2021).
Dia mengatakan, angka kemiskinan untuk seluruh kecamatan di Bojonegoro sebanyak 50.089 jiwa dan 15.653 rukun tetangga (RT) untuk desil satu. Kemudian, dipilih angka kemiskinan ekstrim menjadi 5.596 RT dan 21.787 jiwa yang tersebar di 25 desa dan lima kecamatan.
Menurut dia, saat ini masih proses validasi data di lapangan. Dan nantinya ada intervensi pemerintah pusat dalam penanganan kemiskinan ekstrem. Misalnya, yang belum mempunyai rumah akan mendapatkan bantuan Aladin juga bantuan sosial.
“Dengan validasi tersebut nanti akan terlihat siapa yang belum atau sudah pernah mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk data kemiskinan ekstrem ini sesuai dari surat keputusan (SK) dari kementerian sosial. Namun saat ini masih proses validasi di lapangan dan data yang dipakai saat ini hasil dari verifikasi Kemensos.(jk)





