SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tindakan pengamanan Satuan Sabhara Polres Tuban, Jawa Timur, dalam aksi peringatan International Woman’s Day (IWD), hari Selasa (8/3) kemarin menuai kritik keras. Penyebabnya tindakan represif tersebut, dinilai membatasi ruang gerak penyampaian pendapat ke publik.
“Pengamanannya tidak humanis bahkan terkesan anarkis,†kata ketua Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Imanul Isthofiana, kepada Suarabanyuurip.com, melalui BlackBerry Massenger, Rabu (9/3/2016).
Penyebabnya, beberapa point terkait isu sosial dalam aksi teatrikal belum diketahui publik. Tercatat, KPR meminta dewan mengkaji ulang, soal alokasi anggaran penanganan kekerasan. Selain itu, meminta realisasi Peraturan Daerah (Perda) perlindungan perempuan dan anak, maupun pendidikan anak.
“Faktanya banyak Perda tak berfungsi sebagaimana mestinya,†tuturnya.
Idealnya satuan keamanan Tuban tidak bertindak demikian. Padahal upaya memperjuangkan perempuan serupa menyelamatkan Polisi Wanita (Polwan). Polisi sebagai pelindung masyarakat harus memberikan ruang menyampaikan pendapat, bukan sebaliknya.
Terlebih aksi pengamanan IWD kemarin sampai menciderai anggota aksi  di bagian lutut, telapak tangan, dan kaki. Tercatat luka tersebut diderita dua anggota dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan satu anggota KPR.
“Ada tiga anggota kami luka, akibat penanganan anarkis,†tambahnya.
Insiden tersebut akan kami tindaklanjuti, sehingga pengamanan serupa tidak dialami aktifis Tuban lainnya.
Terpisah, Kasat Sabhara Polres Tuban, AKP Eko Adi Wibowo, membenarkan pengamanan aksi momentum IWD kemarin berakhir represif. Sebenarnya aksi teatrikal rekan KPR tidak sesuai izin, dalam pemberitahuan tertulis disebut aksi dilakukan di dalam gedung DPRD.
“Izin awal aksi hanya di dalam gedung DPR,†sambungnya.
Aksi pembubaran terpaksa dilakukan lantaran menganggu Lalu Lintas (Lalin). Apalagi mendekati waktu jam istirahat, pasti banyak pengguna jalan memadati jalur sekitar Patung Letda Sucipto Tuban.
“Apapun aksi yang mengganggu Lalin akan diamankan,†tandasnya.
Pihaknya berharap apapun aksi dari masyarakat, idealnya mengindahkan regulasi Lalin, sehingga pesan yang disampaikan tepat sasaran. (Aim)