Peran Media Tentukan Perkembangan Migas

SuaraBanyuurip.comRakai Pamanahan

Cepu – Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Aly Masyhar, menyatakan, pihaknya berharap peran aktif media massa dalam memberi pencerahan kepada masyarakat terkait pentingnya bidang minyak dan gas bumi (Migas). Selama ini kehidupan warga masih tergantung pada Migas, sehingga harus ditata keberlangsungannya.

Selama ini masih terjadi kendala sosial dalam beroperasinya sektor Migas, dan berdampak pada pencapaian produksi. Sedangkan pendapatan negara dari Migas, masih tinggi bersama dengan sektor pajak.

“Migas adalah hajat hidup orang banyak, dukungan media sangat dibutuhkan dalam memberi pencerahan kepada publik terkait kegiatan MIgas,” tegas Aly Masyhar dalam Lokakarya Media SKK Migas-KKKS Jabanusa di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/3/2016).

Dalam kegiatan yang diikuti 40 pimpinan media di Jawa Timur itu, Aly Masyhar menambahkan, sampai saat ini 70 sampai 80 persen kebutuhan energi nasional masih bergantung pada Migas. Oleh sebab itu SKK Migas mendorong kepada KKKS agar terus berupaya mendapatkan sumur baru Migas.

“Saat ini produksi dan kebutuhan akan energi dari Migas ini masih belum seimbang, kebutuhan lebih besar dari produksi,” papar Aly Masyhar.

Baca Juga :   JOB PPEJ Tak Yakin Akibat Limbah

Dia uraikan pula, pada era 1980 hingga 1990 an, sebanyak 80 persen pendapatan negara (APBN) berasal dari sektor Migas. Tahun 2014 pendapatan dari Migas mencapai Rp320 triliun, dan saat ini menurun jadi Rp177 triliun.

Sedangkan pendapatan dari BUMN di seluruh Indonesia jika dikumpulkan sekitar Rp59 triliun. Masih jauh dari raihan pendapatan dari sektor Migas.

“Kami berharap peran media massa ini, makin besar agar kesadaran masyarakat tentang pentingnya Migas bisa semakin baik,” kata Aly Masyhar. (rp)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *