SuaraBanyuurip.com – Aly Imron
Tuban – Ketua Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Imanul Inthofiana, meminta Polisi Daerah (Polda) Jatim, terus mengontrol proses evaluasi Polisi Wanita (Polwan) Polres Tuban.
Permintaan ini menyusul tindakan represif Polwan dalam menangani aksi unjuk rasa aktifis perempuan Tuban saat peringatan International Woman’s Day (IWD) di kompleks DPRD Tuban, tanggal 8 Maret lalu.
“Proses evaluasi harus dipantau serius,†kata Imanul Isthofiana, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai pertemuan tertutup bersama tim dari Polda Jatim di Mapolres Tuban, Kamis (17/3/2016).
Pihaknya mendesak tindakan represif pertama kali di Jatim tersebut tidak terulang kembali. Momentum IWD setiap tanggal 8 Maret, menjadi kebebasan perempuan menyuarakan haknya.
Tidak sepantasnya Polwan melaukan tindakan represif, terlebih atas intruksi dari Kasat Sabhara, Polres Tuban, AKP Eko Adi Wibowo. Idealnya sesama perempuan Polwan ikut mendukung penyelesaian isu perempuan dan anak di Tuban.
Tercatat, sampai saat ini banyak isu sosial yang terabaikan, baik isu kesehatan, maupun pendidikan perempuan. Serupa masalah kematian ibu, dan bayi Tuban menempati urutan ke 21 se-Jatim. Dimana terdapat 168 kasus Tahun 2014, dan meningkat menjadi 225 kasus di tahun 2015. Bahkan tahun 2016 sekira 15.000 orang masih mengalami buta aksara.
“Isu itu harus didukung Polwan, bukan sebaliknya,†imbuhnya.
Akibat tindakan represif tersebut, seluruh jaringan perempuan dan anak Nasional turut mengecam. Penyebabnya ada anggota Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan KPR terluka, di bagian lutut, telapak tangan, dan kaki.
Sementara itu, Direktur Ekskutif KPR Tuban, Nunuk Fauziyah, mendesak Polda Jatim lebih tegas terhadap anggotanya. Insiden pengamanan IWD dinilai sudah gagal, lantaran Polwan tidak memahami esensi IWD tersebut.
“Tindakan anarkis jangan sampai terulang,†sambungnya.
Diketahui, dalam rapat tertutup di Mapolres Tuban, dihadiri oleh 1 anggota Subid Renakta, dan 2 anggota Unit Renakta Polda Jatim. Sedangkan dari Polres Tuban diwakili 1 anggota bagian Operasi, dan Satuan Intelejen, Polres Tuban.
Intinya pihak Polres Tuban bakal melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh Polwan, dan anggota Sabhara. (aim)