Wonocolo Jadi Desa Wisata Sumur Tua

SuaraBanyuurip.com – Rakai Pamanahan

Blora – Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bakal segera menjadi Desa Wisata Sumur Tua di tanah air. Di samping menawarkan obyek pengelolaan sumur minyak tradisional, lapangan Wonocolo bakal menjadi arena edukasi.

Saat ini terdapat 720 unit sumur tua yang dikelola penambang tradisional di sana. SKK Migas menetapkan tidak ada lagi penambahan sumur, sekalipun di sana masih tersebar ratusan sumur tinggalan pemerintah kolonial Belanda.

“Kita tidak lagi mengijinkan penambahan pengelolaan sumur tua di lapangan Wonocolo, kini tinggal bagaimana mengelola yang sudah ada untuk kemakmuran warga sekitar,” kata Sekretaris SKK Migas, Budi Agustyono, dalam Lokakarya Media SKK Migas-KKKS Jabanusa di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/3/2016).

Gagasan menjadikan Wonocolo sebagai Desa Wisata Sumur Tua, menurut Budi Agustyono, bermula dari gagasan Bupati Bojonegoro Suyoto yang telah dikomunikasikan dengan pemegang Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) lapangan Wonocolo, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Arahnya untuk menjaga lingkungan, meningkatkan hajat hidup penambang dan warga sekitar, dan menjadi area edukasi tentang Migas.

Baca Juga :   PRPP Tekankan Kualitas Deliverables Pekerjaan Proyek untuk Kilang Minyak Terintegrasi GRR Tuban

“Gagasannya menjadikan Wonocolo sebagai Litle Texas di tanah air, di sana tak hanya menawarkan obyek wisata sumur minyak tua, tapi ada hutan jati, dan pengelolaan sumur tua yang akan dibina oleh Pertamina EP,” kata Budi Agustyono.

Saat ini pihak Pertamina EP Asset 4, telah membangun pengelolaan sumur tua di sana. Penambang tradisional di Wonocolo didorong agar dalam mengelola sumur tua, menjaga kebersihan lingkungan, keselamatan, dan juga meningkatkan kesejahteraannya.

Mereka tetap memproduksi sumur tua dengan bergabung dengan paguyuban penambang, atau dengan KUD sebagaimana amanat Permen ESDM Nomor: 1 tahun 2008 yang mengatur pengelolaan sumur tua. Di lain sisi mereka dipola agar sistem penambangannya tak sampai merusak lingkungan.

Di Wonocolo nanti juga bakal ada fasilitas wisata mobil jep, seperti telah dilkauka di lokasi bekas letusan Gunung Merapi. Kendaraan tua tersebut bakal menembus hutan jati, sebelum akhirnya masuk wilayah penambangan sumur tua Wonocolo. Termasuk pengembangan potensi kerajinan khas Bojonegoro, sovenir yang berkaitan dengan Migas yang bisa menaikan popularitas desa wisata.

Baca Juga :   Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru Harus Maksimalkan Konten Lokal

“Lebih dari itu Wonocolo  bisa menjadi sarana edukasi, bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum,” kata Budi Agutyono.

SEdangkan sejumlah penambang sumur tua di Wonocolo menyatakan, mendukung program desa wisata yang bakal dilakukan pemerintah dan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu tersebut. Yang terpenting mereka tak dilarang menambang karena sumur tua telah menjadi gantungan hidup.

“Kami mendukung program Desa Wisata, apalagi kalau ada pembinaan dari Pertamina dalam melakukan penambangan minyak,” kata sejumlah penambang tradisional saat ditemui Suarabanyuurip.com di lapangan Wonocolo, Rabu (16/3/2016).

Penambang merasa apa yang diprogramkan tersebut sangat bagus. Apalagi tak sampai menutup usaha yang selama ini menjadi gantungan hidup warga setempat. (rp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *