Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru Harus Maksimalkan Konten Lokal

Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru Harus Maksimalkan Konten Lokal

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia 

Bojonegoro – DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan akan terus mengawal proyek Enginering, Procurement, Constructions Gas Processing Facilities (EPC GPF) Jambaran -Tiung Biru atau J-TB oleh PT Rekayasa Industri (Rekind). Agar tenaga kerja maupun pengusaha lokal bisa terlibat langsung. 

“Kita kawal terus, supaya keterlibatan tenaga lokal benar-benar dimaksimalkan,” kata Sekretaris Komisi B DRD Bojonegoro, Lasuri, kepada suarabanyuurip.com, Senin (1/4/2019). 

Menurutnya, bukan tenaga kerja lokal saja yang harus ikut terlibat, tetapi pengusaha atau kontraktor lokal juga. Dengan begitu dapat mengurangi penumpukan pengangguran sejak berakhirnya proyek di Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu.

“Kita sudah mengajak Pertamina EP Cepu dan Kontraktornya Rekind untuk membahas ini minggu lalu melalui hearing,” lanjut politisi Partai Amanah Nasional (PAN) itu.  

Jika kontraktor lokal dilibatkan secara maksimal, kata dia, pendapatan pajak yang diperoleh Bojonegoro bisa meningkat. Terlebih memasuki masa-masa puncak kontruksi seperti di Blok Cepu tahun lalu. 

“Pertamina EP Cepu dan Rekind komitmen dengan itu, dan kami sangat support dan berterimakasih karena ada respon,” tegasnya. 

Baca Juga :   Pemdes Gesikharjo Tagih Janji Subkon EPC-2

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengatakan, pendaftraan tenaga kerja proyek Jambaran-Tiung Biru belum dilakukan lagi setelah beberapa waktu lalu membuka lowongan. 

“Sekarang belum ada lagi ya perekrutan tenaga kerja,” imbuhnya. 

Pihaknya menegaskan, semua perusahaan migas wajib berkoordinasi dengan Pemkab terkait tenaga kerja baik skill maupun unskill. Termasuk proyek Jambaran-Tiung Biru. 

“Terus kita kawal, sampai nanti pekerjaannya selesai,” tandasnya. 

Dari paparan sosialisasi yang pernah disampaikan PT Rekind, proyek EPC-GPF Jambaran-Tiung Biru akan merekrut 6.000 tenaga kerja pada puncak konstruksi. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja lokal Bojonegoro diperkirakan sebanyak sebanyak 3.000 sampai 4.000 orang.

Perekrutan naker proyek Jambaran-Tiung Biru akan dilakukan secara selektif. Perekrutan melalui satu pintu yakni Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker). Agar berjalan tertib dan menghindari percaloan naker.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *