SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengklaim produksi minyak mentah atau lifting secara nasional telah melebihi target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar 830 ribu barel per hari (bph). Sekarang ini, lifting minyak bumi rata-rata sudah mencapai 832 ribu bph.
“Lifting kita sekarang lagi flamboyan-flamboyan, lagi tinggi-tinginya,†kata Kepala Bagian Humas SKK Migas, Elan Biantoro usai survei lokasi lahan pengganti tanah kas desa (TKD) Gayam beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan, Januari hingga pertengahan Maret lalu lifting minyak bumi telah mencapai 832 ribu bph. Meningkatnya lifting ini, kata Elan, karena sekarang ini Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang berada di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah mencapai puncak produksi sebanyak 165 ribu barel per hari (bph).
“Banyuurip ikut memenuhi target produksi nasional,†tegas Elan.
Menurut Elan, produksi Lapangan Banyuurip ini masih berpeluang ditingkatkan lagi. Namun untuk memacu produksi ini perlu persiapan dan perencanaan matang. “Karena kapasitas CPF-nya lebih dari 165 ribu barel,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Unit Percepatan Proyek Banyuurip, Julius Wiratno, mengatakan, tercapainya puncak produksi Banyuurip ini karena proses pengerjaan Train B sudah rampung sejak tanggal 19 Januari 2016 lalu. Kemudian Gas Turbine Generator (GTG) juga sudah dapat digunakan.Â
Produksi puncak Banyuurip ini berasal dari 48 sumur di tapak sumur (well Pad) A,B dan C. Rinciannya, 16 sumur produksi, dan 12 sumur injeksi.(suko)