SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejumlah warga RT 1 dan 2, Desa Glodok, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengeluhkan limbah pengolahan ikan PT Berkat Agung Indonesia (Bagindo) di wilayah setempat. Penyebabnya limbah tersebut disinyalir telah menimbulkan bau busuk, dan airnya kerap menggenangi pemukiman warga.
“Baunya sangat busuk terlebih pukul 20:00 WIB,†kata salah satu warga Desa Glodok, Rumali Imron, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai pertemuan bersama pemilik pabrik, Kamis (17/3/2016).
Sejak berdirinya pabrik pengolahan ikan tahun 2015 lalu, warga sekitar kerap mengaluhkan bau busuk. Bau tersebut lebih pekat tercium ketika musim penghujan saat ini.
“Kalau musim kemarau tidak terlalu baunya,†imbuhnya.
Meskipun awal perusahaan telah menyosialisasikan saluran pembuangan limbah, tetapi praktiknya desain saluran limbah kurang pas. Terbukti, pagi tadi sekira pukul 07:00 WIB, air dari saluran limbah meluber di Jalan Dandeles, dan masuk ke pemukiman warga.
“Ketika itu kami langsung lapor ke perusahaan,†tambahnya.
Beruntung pasca laporan tersebut, kran saluran limbah yang mengarah ke irigrasi jalan langsung ditutup. Sehingga sekira pukul 11:30 Wib, limbah tidak mengalir kembali.
Kalau tidak ditindaklanjuti secepatnya, limbah tersebut bakal megalir kembali ke pemukiman warga.
Terpisah, juru bicara PT Bagindo, Kecamatan Palang, Tuban, Panji, tidak mengelak kalau limbah perusahaan pengolahan ikannya meluber di jalan. Pihaknya membenarkan ketika warga lapor, kran saluran limbah langsung dihentikan.
“Kami akan menguras tampungan limbah, sehingga tidak meresahkan warga,†sambungnya.
Pihaknya berjanji, dalam waktu dekat bakal merombak infrastruktur saluran limbah. Selain itu, meminta maaf atas kejadian hari ini, terkait proses ganti rugi atau langkah selanjutnya akan dibicarakan di internal pabrik.
“Nanti kami bicarakan dahulu di internal,†pungkasnya.
Diketahui, lokasi PT Bagindo, berdekatan dengan pipa aliran minyak milik Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang menghubungkan langsung dengan FSO Gagak Rimang di perairan lepas Tuban. (Aim)