Warga Katur Temukan Bata Kuno Zaman Majapahit

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Warga Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menemukan batu bata kuno berukuran besar. Diyakini batu bata itu merupakan peninggalan zaman Majapahit.

Penemuan batu bata itu berawal dari cerita dan seringnya warga setempat menemukan benda-benda kuno. Karena penasaran, Kardi bersama bersama delapan temannya kemudian melakukan penelusuran. Mereka menggali tanah di wilayah Dusun Nopuro desa setempat.

Kardi melakukan penggalian lahan seluas 12×20 meter milik warga setempat yang disewanya selama sekira dua bulan. Hasilnya, saat menggali tanah sedalam lima meter ditemukan lempengan batu kuno seperti bata warna merah berukuran 25×40 centi meter (CM). Bata itu kondisinya sudah kusam.

“Untuk sementara ada empat bata kuno yang kami temukan. Tiga masih utuh, dan satu sudah patah. Perkiraan usianya sudah ratusan tahun,” kata Kardi kepada suarabanyuurip.com di lokasi penggalian, Jumat (18/3/2016).

Penggalian itu dilakukan tak lebih hanya ingin membuktikan cerita masyarakat yang berkembang.  Karena beredar mitos bahwa di Desa Katur pada zaman dulu berdiri bangunan megah layaknya Kerajaan Majapahit ataupun merupakan deretan Malowopati yang kental disebut kerajaan Angling Dharmo.

Baca Juga :   Petani Tadah Hujan Mulai Tebar Benih

“Tiga hari lalu benda kuno itu kami temukan,” ucapnya.

Selain ditemukan benda serupa dengan tulang hewan, warga setempat dikabarkan juga pernah menemukan perhiasan emas seperti cincin atau serupa lainnya.

Saat ini, benda kuno itu telah disimpan agar tidak hilang. Namun untuk memastikan kebenaran sejarah batu bata itu, Kardi menyarankan untuk ke Bidang Kepurbakaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro.

“Intinya saya percaya adanya benda kuno di sini, dan saya simpan saja kalau nanti dibutuhkan oleh yang membidangi juga saya tunjukan,” pungkasnya.

“Memang di sekitar lokasi ini warga sering menemukan barang kuno, seperti emas, tulang dan benda kuno lainnya. Karena lokasi ini konon masih deretan wilayah kerajaan Angling Dharmo, Pak,” sambung Ali, warga setempat sambil menunjukan bata kuno yang ditemukan tersebut. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *