SuaraBanyuurip.com – Totok Martono.
Lamongan – Terus melonjaknya harga-harga bumbu dapur di Lamongan, Jawa Timur meresahkan para ibu rumah tangga.
Selama dua pekan ini harga-harga bumbu dapur di Pasar Lamongan terus merangkak naik. Kenaikan harga terjadi hampir setiap hari.
Dari pantauan di sejumlah pasar tradisional seperti di pasar Sekaran, Pucuk, Sukodadi dan Babat terjadi kenaikan cukup mencolok. Seperti harga bawang merah yang semula harganya Rp30 ribu perkilogram naik menjadi Rp35 ribu perkilogram. Harga bawang putih dari harga Rp29 ribu perkilogram naik menjadi Rp32 ribu perkilogram, Cabe dari harga Rp 40 ribu naik menjadi Rp 45 ribu. Sedang harga tomat dari Rp 10 ribu perkilogram naik menjadi Rp12 ribu perkilogram.
“Kenaikan harga bumbu disebabkan pasokanya yang minim. Banyak petani yang gagal paneh karena tanamannya rusak atau terendam banjir,” kata salah satu bakul bumbu si pasar Babat Alimin.
Tingginya harga bumbu dapur berimbas pada sepinya penjualan. “Omzet turun sampai 50 persen, Mas. Karena harganya mahal pembeli hanya belanja setengahnya saja,” ungkapnya.
Salah satu pembeli di pasar Pucuk, Ningrum, merasa heran dengan naiknya hampir semua bumbu dapur. “Biasanya yang naik cuma cabe. Sekarang ini semua bumbu harganya naik. Bingung mutar uang belanja,” keluhnya.
Dirinya berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi mahalnya harga bumbu dapur agar tidak memberatkan beban ekonomi masyarakat.(tok)