SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejumlah warga Desa Panggungsari, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, geram lantaran pihak pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Panggung, tidak kunjung menambah instalansi gas Metana (CH4).
Padahal pengelola TPA berjanji bakal menambah instalansinya sejak tahun 2015 lalu, namun hingga memasuki triwulan I tahun 2016 belum kunjung terealisasi.
“Kami minta pengelola TPA segera merealisasikannya,†kata seorang warga setempat, Arif (32), kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di sekitar lokasi TPA, Selasa (22/3/2016).
Pihaknya berharap instalansi gas segera direalisasikan, sehingga maasyarakat sekitar TPA hidup lebih hemat. Mengingat tingginya kebutuhan hidup, menjadikan sebagian perempuan memilih menjadi pemulung sampah.
“Gas Metana sudah menjadi hak kami selaku warga yang mencium bau sampah,†imbuhnya.
Tercatat, sampai kini ada 60 pemulung yang memilah sampai di area seluas 3.8 hektar itu. Lima pemulung diantaranya laki-laki sedangkan sisanya perempuan. Profesi pemulung lebih menjanjikan hasilnya, sebab lahan setempat kurang sesuai untuk bercocok tanam.
Terpisah, Kepala Koordinator Pencatat Vitasi Sampah, TPA Gunung Panggung, Sarjono, mengaku telah mengajukan penambahan instalansi gas melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.
“Paling cepat penambahan bulan Mei 2016,†sambungnya.
Sebab usulan penambahan instalansi gas, juga sudah diajukan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2015.
“Kita tergetkan ada 40 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan pasokan gas CH4 nantinya,†tegasnya.
Pihaknya tidak menampik kalau penambahan instalansi gas tidak sesuai planing awal. Target awal penambahan sudah terealiasai bulan September 2015, namun ada kendala sehingga menunggu APBD tahun ini.
Diketahui, selain dari Desa Panggungsari pemulung yang ada di TPA setempat, berasal dari Desa Sumber Arum, Dusun Panggung Sari, dan Dusun Kiring di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban. (Aim)