SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, serius memproteksi dampak pertukaran budaya antara negara. Sebab, pertukaran budaya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan seni tradisi lokal.
 “Kita proyeksikan Pekan Senin Pelajar (PSP) sebagai pengembangan kesenian lokal,†kata Sekretaris Disdikpora Tuban, Endro Budi, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai pembukaan PSP di Aula Disdikpora, di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban, Selasa (22/3/2016).
Target PSP tahun ini, mendorong pelajar Tuban lebih bergeliat menunjukan seni di lingkungannya. Mengingat kultur dan kehidupan masyarakat Tuban beragam, mulai nelayan, petani, kaum urban, maupun masyarakat desa.
Lainnya, memunculkan bibit muda pegiat seni di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Serta melestarikan atau menguri-uri budaya lokal yang kian lama semakin pudar.
“Serupa seni tari disetiap desa harus ditularkan,†imbuhnya.
Diketahui, PSP tahun ini diikuti kurang lebih 1.540 pelajar mulai jenjang SD, SMP dan SMA. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya hanya diikuti 1.140 pelajar.
Event ini menggelar berbagai lomba meliputi, pertunjukan seni tari, seni musik, seni lukis, musikalisasi puisi, membuat patung, dan lomba poster. Pelaksanaannya selama tiga hari mulai tanggal 22 sampai 24 Maret 2016.
“Semuanya serentak digelar di Aula Disdikpora Tuban, Sanggar Belajar Tuban, SMPN 3, dan SMPN 6,†tambahnya.
Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung PSP kali ini. Sebab pelestarian budaya bakal berlanjut dalam momentum Fragmen Kesenian Tradisional (FKT), dan Hari Jadi Kabupaten Tuban.
“Nantinya peserta terbaik akan ditampilkan di Hari Jadi Tuban,†pungkasnya.
Diketahui, jumlah lembaga pendidikan Tuban cukup banyak. Tercatat, lembaga SD ada 586 sekolah, 58 lembaga SMP, 20 lembaga SMA, dan 9 lembaga SMK. (Aim)