SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Bojonegoro pada awal 2016 ini relatif tinggi.
“Sejak Januari hingga awal Maret ini, jumlah penderitaÂ
DBDÂ mencapai 197 orang, 7 di antaranya meninggal dunia,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bojonegoro, Suharto, Selasa (22/3/2016).
Cara ampuh meminimalisasi DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3 M. Diantara menguras, menutup, dan memanfaatkan.
Menguras yakni, membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
“Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Sedangkan memanfaatkan, yakni mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
“Kami ajak masyarakat supaya berperilaku hidup bersih dan sehat dengan cara 3M,†ajaknya.
Kendati jumlah penderita DBD sudah mencapai ratusan orang, pihak Dinkes belum menyatakan Bojonegoro masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).
“Masuk kategori KLB ketika ada peningkatan jumlah penderita DBDÂ dua kali lipat dari bulan yang sama tahun 2015,” pungkasnya. (Rien)