Berikut Hasil Pertemuan Kontraktor Lokal Banyuurip

SuaraBanyuurip.com Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Kejutuh kontraktor pemenang tender proyek maintenance Lapangan Banyuurip, Blok Cepu akhirnya membeberkan penjelasan terkait penegakan Perda nomor 23 tahun 2011 tentang konten lokal dalam pertemuan yang dilakukan di rumah Ketua FKKL- B, Pudjiono di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Rabu (23/3/2016) siang tadi.

Pada pertemuan tersebut melibatkan Forum Komunikasi Kontraktor Lokal-Bersatu (FKKL-B), Asosiasi Kontraktor Banyu Urip Blok Bojonegoro (AKBUBB), ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), dan tujuh kontraktor pemenang tender proyek maintenance Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.

Berikut hasil pertemuannya: PT. Spektra sudah melibatkan CV. Pangestuti, CV. Goro Bangun Persada, CV. Mitra Kinasih, CV. Ngraho Sinari Putra. PT. Indocater, sudah melibatkan paguyuban Kepala Desa, Pak Beki dari Desa Sumengko untuk air bersih, CV. Mojodelik, CV. Goro Bangun Persada. Kemudian kedepan ada peluang supplai chemical, main power, dan pengadaan uniform.

PT. SNP Indonesia, menyatakan peluang pekerjaan yang sifatnya sesuai dengan permintaan, PT. Dwi Agung Sentosa Pratama membeberkan pekerjaan untuk jalan, pagar, dan saluran. PT. PPLI memiliki sekup pengerjaan non B3 dan non B3, untuk tenaga kerja helper di koordinasikan dengan Paguyuban Kepala Desa, dan limbah B3 dikerjakan oleh PT. Dwi Jaya Banyuurip.

Baca Juga :   Harga Tanah Sekitar Sukowati Melonjak

PT. Sarana Baja Perkasa kontrak dengan EMCL selama 2 tahun. Pekerjaan berikutnya 16 ton. PT. Depriwangga sudah bekerjasama dengan CV. Putra Mojodelik Database pekerja lokal dari ke tujuh kontraktor pemenang tender untuk dikasihkan ke paguyuban kepala desa.

EMCL mulai hari ini dalam tahap pra kualifikasi akan memasukkan aspek sosial ekonomi kedalam penilaian teknis mengacu Perda 23 tahun 2011.

Ketua FKKL-B, Pudjiono, mengatakan, dengan adanya kesepakatan dan pertemuan yang melibatkan ketujuh kontraktor lokal pemenang tender proyek maintenance, aksi protes yang sehari sebelumnya direncanakan di Fly Over Desa Ngraho tak jadi lakukan.

“Tidak jadi aksinya, hasil pertemuan ini sudah bagian dari komitmen bersama untuk mengakomodir perda konten lokal,” ujarnya.(Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *