SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menilai, dengan Rapid Assesment and Action Plan to Improve Service Delivery (RAAPID) oleh World Bank dapat menjadi harapan perbaikan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
“Mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan, mutu pendidikan hingga pelayanan publik, termasuk masalah perizinan,†kata Suyoto, Kamis (24/3/2016).
Saat ini, kata Kang Yoto sapaan akrab Suyoto, Pemkab telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) No 15 Tahun 2015 tentang insentif dan kemudahan penanaman modal sebagai komitmennya untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Bojonegoro.
RAAPID merupakan diagnostik implementasi kebijakan , program, dan prosedur adminstratif terkait dengan perbedaan pembangunan di wilayah tertentu. Nantinya dalam rencana aksi yang dilakukan akan diisi tindakan dengan urutan tertentu untuk melaksanakan reformasi.
“Tentunya, dengan memperhitungkan konteks ekonomi politik dari pemerintahan daerah,” tukasnya.
Pendekatan seperti RAAPID dapat membantu me-review apakah mata rantai layanan berjalan baik dan bangunan program sejalan dengan praktek terbaik berbasis data dan bukti.
Sementara itu, perwakilan World Bank, Eduardo mengungkapkan, pelajaran yang bisa dipetik dari RAAPID di Bojonegoro adalah perbaikan layanan publik. Seperti masalah kompleks yang membutuhkan keterlibatan multi sektor dan pemerintah berbagai tingkat.
“Serta mencakup peran pemerintah daerah sebagai penyedia layanan dan juga memberi stimulan bagi permintaan layanan,” tandasnya. (Rien)