SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro -Â Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojongoro, Jawa Timur, melakukan antisipari flu burung setelah beberapa waktu lalu ditemukan kasus flu burung di Lamongan dan Banyuwangi yang mengakibatkan ribuan unggas mati.
“Kami sudah memeriksa kondisi unggas di Bojonegoro yang mati dan semuanya dinyatakan negatif,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu Kusumaningsih, Jumat (25/3/2016).
Disnakan telah melakukan pemeriksaan kandang dan lingkungan di wilayah Kecamatan Kapas yang pernah mengalami kematian unggas. Namun tidak ditemukan adanya virus flu burung dan dinyatakan aman.
“Kami terus berupaya melakukan pencegahan virus flu burung setiap tahunnya,” tandas wanita berhijab ini.
Upaya yang dilakukan adalah memberikan sosialisasi kepada seluruh peternak unggas di Kabupaten Bojonegoro dan melakukan penyemprotan dan vaksinasi secara rutin melalui petugas yang berada di unit pelaksana tekhnis Disnakan setiap kecamatan.
“Dengan melakukan upaya pencegahan ini, sejak 2015 Bojonegoro tidak ada kasus flu burung yang menyerang,” pungkasnya. (Rien)