SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Badan Pusat Statistik (BPS) Blora, Jawa Tengah, menerjunkan sebanyak 752Â petugas untuk melakukan pendataan potensi ekonomi di wilayah setempat.
Kapala Seksi Integrasi Pengolahan dan Desimenasi Statistik (IPDS) BPS Blora, M Yamani, menuturkan, semua kegitan ekonomi masyarakat bakal didata oleh petugas.
“Mulai dari Pedagang Kaki Lima (PKL) sampai bisnis online pun juga didata,” katanya Selasa (29/3/2016).
Namun, kata dia, dari pendataan tersebut ada pengecualian. Sektor Pertanian, Peternakan, kegiatan sosial dan penyelenggara pemerintahan. Hal ini, menurutnya, tidak termasuk dalam pendataan tersebut.
“Akan tetapi sektor pendidikan baik milik pemerintah maupun swasta, tidak luput dari pendataan, karena profit,” ungkapnya.
Lebih lanjut Yamani menjelaskan, dalam sensus ekonomi tahun 2016 yang akan dilaksanakan pada pada tanggal 1 hingga 31 Mei tersebut, ada dua jenis pendataan.
“Yaitu konsentrasi daerah serta sampel,” ujarnya.
Konsentrasi daerah, menurut dia, fokus pada pusat perekonomian. Semua penduduk yang berada di wilayah tersebut masuk dalam pendataan.
“Seperti di Kota Cepu dan Blora,” katanya.
Sedangkan data sampel, difokuskan pada wilayah pedesaan. Dengan diambil sampel yang mempunyai kegiatan usaha.
“Jadi, tidak semua penduduk masuk dalam pendataan,” jelasnya. (Ams)