SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyoroti tanaman yang ada di taman tempel atau disebut “Vertical Garden” di beberapa titik perkotaan. Lantaran dianggap perencanaannya kurang matang.
“Kenapa tanamannya sudah layu begitu, sebagian juga nampak mati,” kata Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, Kamis (26/12/2019).
Politisi asal Partai Demokrat ini menyebut, kondisi tanaman di Vertical Garden yang tidak menampakkan kesegaran baik daun maupun bunganya, karena perencanaan yang kurang matang.
“Ini sepertinya perencanaannya kurang matang. Jadi, baru ditanam sudah layu dan sebagian kering semua. Malah ganggu pemandangan,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hanafi mengaku, tidak tahu-menahu terkait kondisi tanaman di Vertical Garden.
“Tidak tahu,” jawabnya singkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya, Welly Fitrama, membantah jika tanaman di taman hasil sentuhan instansinya tersebut layu.
“Bukan layu, tetapi penyesuaian dengan media tanam yang baru,” ujarnya.
Menurutnya, setiap hari semua tanaman di Vertical Garden mendapatkan perawatan dari staf di dinasnya. Selain dari orang yang menanam karena pasti ada kegiatan pemeliharaan.
Untuk diketahui, Pemkab Bojonegoro membangun 17 taman tempel atau Vertical Garden untuk mempercantik kota. Belasan taman dengan desain modern minimalis dibangun di sejumlah poros jalan.
Taman ini, merupakan taman yang dibangun pada bidang yang berdiri tegak lurus dengan tanah. (rien)