SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Kerjasama kontraktor lokal ring satu yang tergabung di Forum Komunikasi Kontraktor Lokal-Bersatu (FKKL-B) dan Asosiasi Kontraktor Banyu Urip Blok Bojonegoro (AKBUBB) dengan pemenang tender proyek pembongkaran Early Production Facility/Gas Oil Separation Plant (EPF/GOSP) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Sarana Indo Persada (SIP) kembali bergejolak.
Sekretaris FKKL-B, Mohammad Mahhmudi, menyebutkan, bahwa lokal sudah siap mendukung rencana progres maupun peralatan yang dibutuhkan oleh perusahaan, dan sudah dilakukan inspeksi dan dinyatakan lolos. Tetapi dari pihak management PT SIP tidak mengambil atau mempergunakannya.
“Dalam rapat evaluasi kerja sama antara PT. SIP, AKBUBB, dan disaksikan oleh Kapolsek Gayam, jajaran Polres Bojonegoro, Jawa Timur di rumah Ketua FKKL-B, Pujiono di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Senin (28/3/2016) kami tegaskan lokal sangat kecewa karena komitmen yang kita bangun dikhianati SIP,” kata Mohammad Mahmudi, kepada Suarabanyuurip.com.
Untuk itu, kata dia, notulen evaluasi tanggal 29 Maret 2016, apabila pada hari Kamis mendatang management PT SIP tidak sepakat sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 23 tahun 2011 tentang konten lokal maka akan memberhentikan segala bentuk aktivitas PT SIP.
“Jadi jangan salahkan kami jika pemberhentian aktivitas itu kami lakukan. Karena sebagai kontraktor lokal kami tidak mau terus menerus diremeh dan dikhianati,” pungkas pria yang juga tokoh mayarakat Desa Gayam tersebut. (Sam)