SPBU Lamongan Sepi Pembeli

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Kabar bakal turunnya harga premium dan solar yang akan ditetapkan pemerintah pada tanggal 1 April nanti berdampak pada sepinya pembelian jerigen dari para penjual bensin eceran di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lamongan,Jawa Timur.

Dari pantauan di sejumlah SPBU pembelian premium maupun solar menggunakan jerigen yang lazim dilakukan penjual eceran terlihat sepi. Biasanya mereka berderet antre dengan pembeli di jalur sepeda motor.

“Sejak ada kabar harga premium dan solar akan turun April mendatang penjual premium dan solar eceran memang lebih jarang yang datang (kulakan), Mas,” kata operator SPBU Sukodadi, Wahyu.

Hal senada diungkapkan operator SPBU Babat Ali. Menurutnya dimungkinkan penjual BBM eceran tersebut enggan kulakan dikuatirkan akan merugi saat stok belum habis  harga premium dan solar tiba-tiba turun.

“Situasi seperti ini sudah biasa terjadi menjelang akan turunnya harga premium dan solar. Mereka baru akan beramai-ramai kulakukan lagi saat harga BBM sudah turun,” jelasnya.

Diprediksi akibat sepinya pembelian dari penjual premium dan bensin eceran, penjualan dua komoditi tersebut turun hingga 15 persen.

Baca Juga :   Progress Perbaikan Peralatan Produksi Gas JTB Capai 75 Persen

Salah satu penjual premium eceran di wilayah Pucuk, Gunadi, mengaku tidak berani kulakan premium di SPBU dulu menunggu kepastian bakal turunnya harga BBM April mendatang

“Menghabiskan stok yang ada dulu. Kalau kulakan terus tiba-tiba harga BBM turun jelas akan rugi, dan baru akan kulakan lagi nanti saat harga BBM turun,” ungkapnya. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *