SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) berhasil melebihi target. Untuk tahun buku 2024, ADS melaporkan dividen tercapai realisasi sebesar Rp114 miliar.
Direktur Utama (Dirut) PT ADS, Mohammad Kundori mengatakan, pihaknya mampu mencapai realisasi dividen di atas target yang ditetapkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro.
“Target dividen ADS sebesar Rp100 miliar, sedangkan realisasinya Rp114 miliar, sehingga melebihi target dari Bapenda,” katanya dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD Bojonegoro, Kamis (17/7/2025) kemarin dikutip Suarabanyuurip.com Jumat (18/7/2025).
Sementara untuk kinerja ADS dalam pemenuhan target dividen tahun buku 2025, Kundori optimis, ADS akan mampu merealisasikan target tersebut. Target ADS sendiri tahun ini dipasang Rp72 miliar.
Sebab apabila ditinjau dari laporan pada triwulan kedua, menurut Ndori, begitu ia karib disapa, dapat dilihat perbandingan antara Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025, di mana ADS telah melampaui target sebanyak 143 persen.
“Maka kami optimis ketika nanti di triwulan ketiga, apa yang menjadi target RKA 2025 sudah terpenuhi, dan kinerjanya terlampaui, ini dari sisi pendapatan,” ujarnya.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, menyampaikan apresiasi atas pendapatan ADS yang terealisasi berada di atas target. Kendati, politikus perempuan dari Partai Gerindra ini memiliki pertanyaan terhadap BUMD yang bergerak di bidang pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Cepu dalam industri migas itu.
“Terkait dengan (kemungkinan) perpanjangan kontrak (EMCL) ke depan apakah memungkinkan ke depan ADS (bisa bergerak) secara mandiri, 100 persen punya ADS, apakah memungkinkan untuk dilakukan kontrak baru antara KKKS secara langsung dengan PI-nya, hak kelolanya langsung diambil oleh ADS tanpa pihak lain?, karena secara finansial kita punya dana,” ungkap Sally.
Namun, Sally tidak meminta pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Kundori. Sebab akan menjadi bahasan diskusi pada pertemuan berikutnya tanggal 20 Juli 2025.(fin)





