SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sejumlah lapangan migas di Blok Cepu, akan digarap secara maksimal oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) karena memiliki kandungan yang ekonomis.
Selain lapangan Banyuurip, salah satu lapangan yang segera digarap EMCL adalah Kedung Keris (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Rencana pengembangan (plan of development/PoD) lapangan ini telah disetujui pemerintah dan rencananya akan diserahkan Presiden Joko Widodo pada saat peletakan batu pertama proyek Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) pada 27 April 2016 mendatang.
Diproyeksikan Lapangan KDK dapat produksi 5.000 – 10.000 barel per hari (bph) pada 2019 mendatang.
“Di sana hanya ada satu sumur. Nantinya produksi Kedungkeris akan mendukung produksi Blok Cepu,†Vice President Public and Government Affair ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Rabu (30/3/2016) kemarin.
Selain KDK, sejumlah lapangan yang potensial dikembangkan EMCL adalah Lapangan Gas Cendana, di Desa Cendana, Kecamatan Padangan, Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, dan Alas Tua West di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.
“Untuk Cendana dan Alas Tua West memiliki kandungan gas yang bisa diolah secara ekonomis, sementara Jambaran di unitisasi dengan Tiung Biru yang dikelola PEPC,” ujar Erwin, mengungkapkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B, Ali Mahmudi, meminta EMCL mengutamakan kepentingan masyarakat sekitar melalui program corporate sosial responsibility (CSR). Terlebih, Bojonegoro memiliki Peraturan Daerah (Perda) Tanggung Jawab Sosial (TJSP) Perusahaan yang harus dipatuhi semua perusahaan migas maupun non migas.
“Banyak kegiatan disini, EMCL harus mengutamakan masyarakatnya. Meski produksi migasnya tidak sebesar di Lapangan Banyuurip,” pungkasnya.(rien)