Turunkan BBM Nonsubsidi Tak Untungkan Nelayan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sejumlah nelayan Desa Glodok, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menilai kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Nonsubsidi selama bulan Maret 2016 yang dilakukan oleh pemerintah tidak menguntungkan para nelayan. Sebab keinginan nelayan hanya satu, harga BBM subsidi Premium ataupun solar segera turun.

“Alasannya Solar menjadi kebutuhan vital nelayan ketika melaut,” kata salah seorang nelayan Glodok, Fatoni, ketika ditemui Suarabanyuurip.com, di wilayah Palang, Rabu (30/3/2016).

Sehingga penurunan harga BBM Nonsubsidi 3 kali dalam sebulan terakhir, tidak mempengaruhi kesejahteraan nelayan. Bahkan banyak nelayan yang tidak mengetahui, ataupun peduli atas kebijakan tersebut.

Sebaliknya, ketika Pemerintah pusat merencanakan kenaikan BBM subsidi, nelayan Glodok aktif dan update informasi dari berbagai media.

“Intinya kalau tidak ada kaitannya dengan nelayan tidak bakal diurusi,” imbuhnya.

Diketahui, masyarakat Glodok rata-rata berprofesi sebagai nelayan. Hanya sedikit juragan atau pemilik kapal diatas 20 Gross Ton (Gt). Rata-rata menjadi Anak Buah Kapal (ABK) ataupun melaut dengan perahu dibawah 7 Gt.

Baca Juga :   Flaring Banyuurip Bersifat Temporer

“Kalau juragan banyak di Desa Karangagung (Sebelah timur Desa Glodok),” tambahnya.

Meskipun di Kecamatan Palang ada dua Tempat Pelelangan Ikan (TPI), namun sistem lelang belum terimplementasi optimal. Sebab, banyak penjual atau tengkulak ikan yang langsung membeli ke lokasi.

“Rata-rata langsung transaksi dengan penjual,” kata Dirsan nelayan lainnya.

Keberadaaan tengkulak memberikan dua pilihan. Pertama, nelayan dapat meminjam modal melaut, catatannya hasil tangkapan harus dijual dengan harga murah.

Kedua, nelayan dapat ikut lelang di TPI setempat, namun resikonya jarang ada penawar yang berani membeli harga tinggi. Kondisi ini sudah berlarut selama puluhan tahun.

Terkait pasokan solar nelayan biasanya membeli langsung di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat. Terkadang membeli Solar eceran sekitar tambat labuh bantuan dari Operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL).

“Kalau menggunakan perahu 7 Gt sering membeli Solar eceran 10-15 liter sekali melaut,” ungkapnya.

Diketahui, Pertamina selama sebulan terakhir telah menurunkan harga BBM Nonsubsidi sebanyak 3 kali. Terakhir terjadi tanggal 30 Maret 2016, dengan penurunan harga Rp200 setiap liternya. (Aim)

Baca Juga :   Pekerja Blok Cepu Eksodus ke Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *