SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Sensus pemetakan potensi ekonomi tahun 2016 yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Blora, Jawa Tengah pada tanggal 1 hingga 31 Mei mendatang diprediksi bakal menemui kendala. Diantaranya adalah sulitnya petugas sensus mendapatkan informasi dari responden. Sehingga harus menurunkan langsung tim Taspos atau petugas dari BPS.
Kepala Seksi (Kasi) Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik (IPDBPS) Blora, M Yamani, mengatakan, di wilayah Kabupaten Blora diperkirakan masih banyak pelaku usaha yang kurang peduli terhadap pendataan ekonomi ini.
“Banyak mereka yang takut jika pendataan tersebut berhubungan dengan pajak. Padahal tidak, ini murni untuk melakukan pemetaan potensi ekonomi,” jelasnya.
Dia memprediksi, akibat kurangnya kepedulian pengusaha terhadap pendataan ekonomi para petugas sensus bakal menemui kendala saat melakukan kerja dilapangan. Kendala tersebut, menurutnya, salah satunya jika para petugas sensus kesulitan mendapat informasi dari responden.
Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pihaknya akan menurunkan langsung tim Taspos atau petugas dari BPS sendiri. Dengan tujuan agar semua bisa berjalan lancar.
“Istilahnya penyapu ranjau,” ungkapnya.
Dia menambahkan, bahwa sensus tersebut sangat penting, dan harus dilakukannya. Karena untuk memetakan potensi ekonomi di Indonesia. (Ams)