Pedagang Pasar Induk Blora Menolak Dipindah

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sejumlah pedagang di Pasar Induk Blora, Jawa Tengah, menolak untuk direlokasi. Sebagai bentuk penolakan, para pedagang yang tergabung di Paguyuban Pedagang Pasar Blora melakukan aksi pemasangan spanduk penolakan pemindahan pasar di wilayah setempat.

Adanya penolakan ini, bisa dipastikan bakal menghambat rencana Bupati Blora, Djoko Nugroho untuk memindah Pasar Induk Blora ke wilayah Gabus.

“Dengan tegas kami menolak Pasar Induk Blora dipindah ke wilayah Gabus,” ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora, Tarwa Saladin, kepada Suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.

Prionggo, pengurus paguyuban pedagang lainnya, menambahkan, secara historis di daerah mana saja, pasar induk kabupaten itu lokasinya berada di wilayah perkotaan dan tidak jauh dari Alun-alun.

Dia menyebut, dengan lokasi Pasar Induk Blora yang saat ini berada di wilayah perkotaan saja, kondisinya relatif sepi pembeli.

“Kami khawatir jika pasar dipindah ke Gabus, justru akan lebih sepi pembeli. Apalagi wilayah Gabus itu berada bukan di jalur lalu-lintas umum. Pembeli akan malas datang ke sana karena jauh,” katanya.

Baca Juga :   Bentuk Tim Penggulangan Penambang Pasir Ilegal

Sekadar diketahui, kawasan Gabus berada di wilayah Kelurahan Mlangsen. Dengan jarak sejauh sekira tiga kilometer dari Pasar Induk Blora saat ini. Calon lokasi pasar baru itu berada di tepi jalan jalur Blora-Randublatung.

Prionggo yang didampingi sejumlah pedagang lainnya mempertanyakan kebijakan Bupati Djoko Nugroho yang akan memindah Pasar Induk Blora. Sebab, ketika bupati dijabat Penjabat Bupati Ihwan Sudrajat beberapa bulan lalu telah direncanakan Pasar Induk Blora akan direnovasi lebih modern.

Para pedagang pun, kata Prionggo, telah menyetujui rencana tersebut. Persetujuan itu dibuktikan dengan ditandatanganinya selembar kain putih oleh para pedagang saat hadir di sosialisasi rencana revitalisasi Pasar Induk Blora di pendapa rumah dinas bupati.

“Tahu-tahu sekarang begitu terpilih kembali menjadi bupati, Bupati Djoko Nugroho justru akan memindah pasar induk,” kata Prionggo.

Sementara, Maskur, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) menyatakan, pihaknya memaklumi munculnya penolakan pedagang, karena pasar induk akan dipindah. Sebab, pemindahan pasar itu adalah hal yang baru.

“Kalau sudah satu dua tahun pindah, pedagang termasuk masyarakat akan terbiasa. Mereka bakal menyesuaikan dengan lokasi pasar yang baru,” tandasnya.

Baca Juga :   Petani Disarankan Beli Pupuk Non Subsidi

Apalagi lanjut dia, sesuai kebijakan bupati, pemindahan pasar akan diikuti pula penataan lokasi pasar yang baru. Di lokasi pasar akan dibangun sub terminal.

“Sepengetahuan kami juga akan dilakukan penataan angkutan umum. Sehingga memudahkan masyarakat mengakses pasar baru tersebut,” katanya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *