SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali Imron
Tuban – Salah satu peserta lomba branding cipta lagu daerah tahun 2016, Big Name, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, lebih memperhatikan karya cipta musisi setempat. Sebab hingga kini banyak potensi dan karya seniman terbengkalai, tanpa tujuan yang jelas.
“Minimal ada wadah penampung karya musisi lokal,” kata anggota grup Big Name, Pipit Wibawanto, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di Gedung Budaya Loka, Jalan Bhasuki Rahmat Tuban, Sabtu (2/3/2016).
Meski begitu, grup musik yang terbentuk sejak 2013 lalu itu masih terus berkarya, dan sering tampil di luar daerah dengan usaha sendiri. Namun beberapa karya mereka belum banyak diketahui publik.
“Sehingga akomodir karya musisi harus dilakukan mengingat banyak karya musisi indi di Tuban,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban ini.
Sementara, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain, ketika ditemui usai membuka acara lomba cipta lagu branding daerah berjanji, pemkab siap mengakomodir potensi musisi Tuban. Sebab melalui cipta lagu, Tuban bisa lebih dikenal oleh seniman maupun wisatawan tingkat Regional dan Nasional.
Melalui Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar), lanjut Noor Nahar, pemkab telah mengundang beberapa produser musik lokal, seniman Nasional Didi Kempot, maupun putri kebanggaan Tuban, Nur KDI.
“Harapannya karya pemenang dapat dikomersilkan ke publik,” tandasnya.
Diketahui, sebanyak 19 peserta mengikuti lomba branding ini. Sebelumnya ada 27 peserta 8 di antaranya tidak lolos seleksi lantaran tidak memenuhi persyaratan lomba.Tercatat, dari 19 peserta akan diambil juara 1,2,3, peserta favorit, dan vokalis terbaik.
Soal persyaratan lomba peserta wajib membawakan dua buah lagu, karya sendiri tentang Tuban. Baik terkait potensi wisata, budaya, maupun hal unik daerah yang menunjukkan Tuban.
Selain itu, panitia tidak membatasi usia peserta lomba. Baik tingkat pelajar, praktisi seni, maupun masyarakat umum.(aim)