SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Setelah banyak terbentuk opini publik soal tingginya angka kematian di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur sejak bulan Pebruari 2016 lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat langsung mengklarifikasi data awal dari Kepala Desa (Kades)Â setempat keliru.
Sebab, temuan Dinkes Tuban di lapangan, jumlah warga yang meninggal sejak bulan Pebruari 2016 hanya 29 orang, bukan 61 orang yang sejak awal disampaikan ke sejumlah wartawan setempat.
“Data dari Kades Karanglo keliru,” kata Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi, kepada Suarabanyuurip.com, melalui teleponnya, Senin (4/4/2016).
Pihaknya kecewa soal data awal yang dibeber ke wartawan pekan lalu, sebab dampaknya sangat fatal, hingga Dinkes dari Provinsi Jatim turun ke Tuban. Kedatangan Dinkes Jatim tidak lain ingin memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Ternyata setelah diklarifikasi dengan data dari puskesmas Kerek jumlahnya berbeda,” imbuhnya.
Sesuai hasil analisis Dinkes di lapangan, menyebut, ada 28 warga Karanglo meninggal. Rinciannya sebanyak tiga orang atau 10,7 % meninggal diusia 40 sampai 50 tahun.Â
Ada 18 orang atau 64,2 % meninggal diusia 18 tahun, sedangkan tujuh orang atau 24,9 % , meninggal diusia 80 sampai 90 tahun.Â
Soal penyebab kematiannya tercatat, 12 orang atau 42,8% akibat usia tua, empat orang atau 14,2% akibat stroke, satu orang atau 3,5% meninggal akibat Diabetes Melitus (DM), dua orang atau 7,1% akibat Prostat.Â
Dua orang lagi akibat Decomp cord, dua orang terkena batuk, pilek, dan sesak napas, serta lima orang lainnya, masing-masing mengalami kecelakaan, hipertensi, hepatitis, dan nyeri telan.Â
“Itu data akurat hasil analisa bersama Dinkes Jatim,” tambahnya.Â
Pihaknya berharap, semua pihak tidak sembarangan membeberkan data vital serupa jumlah angka kematian. Sebab, dampaknya bukan hanya opini namun sampai ke psikologis masyarakat.
Sementara, Kades, Karanglo, Sunandar, mengaku bahwa data awal yang disampaikan ke sejumlah wartawan keliru. Sehingga masyarakat diminta tidak menyalahkan jurnalis, sebab mereka menulis berdasarkan data awal dari Pemerintah Desa (Pemdes).Â
“Data sampai hari ini ada 29 orang yang meninggal,” sambungnya.Â
Dia menambahkan, jumlah kematian 28 orang tersebut hasil klarifikasi Dinkes Jatim, bersama Dinkes Tuban hari Minggu (3/4) kemarin. Tetapi berhubung tadi pagi ada seorang warga Lansia usia 72 tahun meninggal, sehingga total ada 29 warga Karanglo meninggal.Â
Sebelumnya Kades mengaku, bahwa dalam kurun waktu 45 hari ada 61 orang meninggal. Penyebab kematian warganya beragam mulai terkena penyakit paru-paru, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), infeksi luka, stroke, bahkan kecelakaan dalam berkendara.Â
Usianya warga meninggal antara 40 sampai 60 tahun. Rinciannya sekira 60 persen akibat sakit paru-paru, 20 persen stroke, dan sisanya sudah lanjut usia. (Aim)