Siapkan Wahana Wisata Sumur Tua

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kawasan wisata sumur minyak tua Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai diwujudkan. Beberapa tahapan mulai dilakukan oleh warga setempat untuk menghidupkan wisata di kawasan tersebut. Diantaranya adalah menghidupkan kembali kolam renang yang ada.

Ir Siswanto, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, menyatakan, jika pihaknya bersama warga mulai melakukan pembersihan wahana wisata kolam renang di Kedung Pupur.

“Dulu kolam renang itu pernah aktif dan banyak pengunjung. Sekarang kami bersihkan untuk diaktifkan kembali,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Senin (4/4/2016).

Menurutnya, selain kolam renang tersebut, wisata yang masuk kawasan pertambangan sumur tua serta berada Wilayah kerja Pertambangan (WKP) Pertamina EP Asset 4, namun saat ini sumur aktif dilokasi itu dikelola oleh KSO Pertamina PT GCI itu, akan dilengkapi dengan beberapa wahana wisata.

“Flaying Fox, mainan anak, trek trail. Serta sumur tua itu sendiri. Termasuk sumur angguk yang berada di pinggir jalan sepanjang jalur wisata,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan kawasan wisata tersebut, menurut Politisi Golkar asal Kecamatan Sambong itu, telah disiapkan lahan milik Perhutani seluas 8 Hektar.

Baca Juga :   Pastikan Produksi Minyak Menurun

“Yang didalamnya nanti juga bisa digunakan untuk bumi pekemahan,” terangnya.

Pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan Perhutani. Dengan mengajukan surat ke KPH, dan secara informal sudah ada tanggapan dipersilahkan untuk dilanjutkan.

“Kebetulan yang rencana digunakan untuk wisata adalah hutan Suaka. Jadi tidak ada penebangan,” kata dia.

Keberadaan Paguyuban penambang di lokasi tersebut, Siswanto mengaku, akan dilibatkannya.

“Untuk pembangunan infrastruktur. Tapi itu adalah bantuan lepas dan bukan investasi,” ujarnya. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *