Desa Nguken Diyakini Simpan Potensi Besar Gas Bumi

23226

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Bojonegoro – Desa Nguken, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, diyakini warga menyimpan potensi cadangan gas bumi yang cukup besar. Hal tersebut dibuktikan adanya sumur gas peninggalan belanda di wilayah setempat. Selain itu, sekarang ini juga ada pemanfaatan gas rawa oleh warga sebagai pengganti bahan bakar memasak.

Desa Nguken terletak tidak jauh dari Lapangan Gas Cendana yang berada di Desa Cendana, Kecamatan Padangan. Lapangan ini sebelumnya masuk dalam wilayah kerja (WK) Blok Cepu, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Tapi kemudian terintegrasi dengan lapangan Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (J-TB) yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

Menurut warga setempat, Lulus, hampir setiap sumur air milik warga Desa Nguken megeluarkan gas. Meskipun sumur tersebut masing-masing memiliki kedalaman bevariasi.

“Hampir setiap sumur air di sini bisa mengeluarkan gas. Ada yang besar ada yang kecil. Ada yang 6 meter bisa mengeluarkan gas, ada juga yang kedalaman hingga 12 meter juga tidak mengeluarkan gas,” ujar warga RT 001/001 Desa Nguken kepada suarabanyuurip.com.

Keluarnya gas secara alami ini oleh sebagian warga telah dimanfaatkan untuk memasak. Mereka secara mandiri menyambungkan gas melalui instalasi sederhana dari rumah satu ke rumah lainnya. Ada sebagian lainnya, memanfaatkan gas untuk kebutuhan memasak di rumah sendiri.

Baca Juga :   Kurangi Emisi Karbon, Targetkan Total PLTS Area Kilang Capai 10 MWp

“Ada yang takut. Jika suatu saat terjadi hal berbahaya,” ucap Lulus.

Bahaya atau tidak, lanjut dia, tergantung pemakaian. Terbukti, ada yang sudah memanfatkan gas alam sejak puluhan tahun silam.

“Sampai sekarang masih aman saja,” jelasnya.

Menurut Lulus, jika keberadaan gas di desanya bisa dikelola dengan baik, akan memberikan manfaat bagi masyatrakat setempat dan  masyarakat sekitar.

“Keluarga saya sudah memanfaatkan gas ini, melelaui instalsi sederhana dari rumah saudara,” ungkapnya putra perajin tempe Desa Nguken ini.

Kepala Desa Nguken, Arif Syaifudin, tidak menampik jika wilayahnya menyimpan potensi gas cukup besar. Terbukti, dengan banyaknya titik kemuculan gas pada sumur air milik warga yang ada di desanya. Saat ini, gas rawa tersebut dimanfaatkan warga sebagai bahan bakar memasak.

Dijelaskan, ada dua lokasi yang berpotensi menyimpan kandungan gas. Yakni dii RT 001/001 yang sekarang dimanfaatkan warga secara manual, karena alat bantuan dari Provinsi Jatim telah rusak.

“Satunya lagi di RT 4/2, sumur tua peninggalan belanda, di lokasi ini hanya satu orang yang memanfaatkannya,” jelas Arif.

Dia mengaku, ada keinginan untuk memaksimalkan kandungan sumber daya alam yang ada di desanya tersebut. Namun masih bingung dengan payung hukum pengelolaanya.

Baca Juga :   Dikabarkan Sumur Migas TBR Akan Dialih Kelolakan

“Untuk sumur peninggalan belanda itu, kami tidak berani mengelolanya. Yang sekarang ini ingin kami kelola itu pada gas rawa-nya, yang sebelumnya mendapatkan alat sparator gas dari Pemprov Jatim. Karena masih rancu soal payung hukum dan belum adanya serah terima, belum bisa dikelola dengan baik. Warga sekarang memanfaatkan dengan cara manual,” bebernya.

Sebelumnya, mantan Direktur BUMD Bojonegoro PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Deddy Affidick pernah menjelaskan, jika gas liar di Desa Nguken tidak ekonomis di komersialkan.

“Itu gas dangkal jika di komersialkan cepat habis,” katanya kepada suarabanyuurip.com saat masih menjabat pada 2014 silam.

Pria yang sekarang ini menjadi anggota LEMIGAS menjelaskan, gas dangkal adalah gas yang berada dilapisan terluar. Bukan dalam sebuah cekungan atau wadah seperti gas jambaran yang berada di dalam bumi dengan kedalaman cukup dalam dan untuk mengetahui kandungannya diperlukan proses seismik.

“Kandungan gas itu seperti kue lapis. Terdiri dari beberapa lapisan. Nah, yang di Nguken itu berada di lapisan paling atas,” ujarnya memberikan ilustrasi.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *