Pemda Kesulitan Selesaikan Konflik TTID KSB

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, mengaku kesulitan membantu menyelesaikan konflik internal di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Shing Bio (KSB), dan Tjoe Ling Kiong (TLK) setempat. Sebab, beberapa kali mediasi yang digelar Pemda Tuban tidak pernah ada titik temu.

“Semua mediasi tidak ada hasilnya,” kata Kabag Humas dan Media Pemda Tuban, Teguh Setyobudi, ketika dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, Selasa (5/4/2016).

Dia menjelaskan, bulan Maret 2016 lalu pihak KSB mengirimkan surat permohonan batuan menyelesaikan kemelut yang berlangsung sejak 2013 itu. Tetapi Pemda tidak bisa berbuat apapun, selama kedua belah pihak masih bersikukuh pada pendiriannya.

“Urusan internal KSB Pemda tidak ada kuasa mengintervensi,” imbuhnya.

Mengingat gentingnya problem KSB, Pemda hanya dapat berharap pengurus domisioner segera melantik pengurus dan penilik terpilih. Tercatat, ada 15 pengurus, dan 5 penilik sah, namun sampai kini belum ada pelantikan.

Sementara, Ketua Forum Penyelamat Umat KSB TLK, Go Tjong Ping, berharap besar kepada Eksekutif, Legislatif, maupun Yudikatif Tuban turut membantu menyelesaian konflik tersebut.

Baca Juga :   Tampuk Ketua Elang Bengawan Rescue Bojonegoro Beralih dari Loegito ke Sukirno

Pihaknya mengaku menemui jalan buntu, sebab upaya musyawarah kekeluargaan tidak membuahkan hasil nyata.

“Entah apa keinginan pengurus domisioner tidak mau melantik,” sambungnya.

Diketahui, surat yang dikirimkan kepada Pemda bulan Maret 2016 lalu, berisi 9 konflik di KSB. Harapannya setelah mengetahui konflik tersebut, Pemda menemukan solusi.

Tercatat, dari 9 konflik diantaranya, terjadi pemblokiran beberapa rekening TITD KSB TLK oleh perbankan, pembangunan patung setinggi 30 meter tanpa mengantongi izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Lainnya, merubah bangunan gedung 4 lantai menjadi 5 lantai, tanpa adanya IMB renovasi bangunan, dan timbulnya kekisruhan organisasi sampai menurunkan kepercayaan umat terhadap organisasi, bahkan umat luar daerah. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *